Kebakaran Way Kambas Capai 25 Hektare, Api Masih Terpantau-Berpotensi Meluas

Lampung

Kebakaran Way Kambas Capai 25 Hektare, Api Masih Terpantau-Berpotensi Meluas

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 16:00 WIB
Kebakaran yang terjadi di TN Way Kambas.
Kebakaran yang terjadi di TN Way Kambas. (Foto: Dok. TNWK)
Lampung Timur -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, tercatat seluas sekitar 25 hektare. Karhutla berpotensi meluas, mengingat api masih terpantau di sejumlah titik.

Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi mengatakan luasan tersebut merupakan hasil pemantauan sementara di lapangan. Luasan kebakaran diperkirakan masih dapat bertambah karena petugas belum bisa memastikan seluruh area yang terbakar.

"Api tersebar di beberapa titik berbeda. Sampai saat ini sekitar 25 hektare yang terbakar," kata Zaidi, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Kamis (1/10/2026), tim gabungan masih melakukan pemadaman di kawasan Grid 33 U. Petugas juga menemukan titik api yang kembali muncul di Titik B. Titik tersebut merupakan sisa kebakaran pada 30 September 2026 yang kembali terbakar setelah diterpa angin kencang.

Dari hasil pemantauan, Titik B memiliki dua titik api aktif. Masing-masing diperkirakan memiliki luasan sekitar 5 hektare dan 10 hektare.

ADVERTISEMENT

Selain itu, indikasi api masih terlihat mengarah ke bagian timur. Namun, luasan area yang terbakar di lokasi tersebut belum dapat dipastikan karena tertutup kabut asap tebal.

"Total luasan kebakaran aktual belum dapat ditentukan secara keseluruhan karena keterbatasan visibilitas akibat kabut asap tebal," ujar Zaidi.

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Pada Kamis, helikopter melakukan water bombing sebanyak 54 kali dengan perkiraan total area yang mendapat siraman sekitar 6 hektare.

Sementara tim darat melakukan penyisiran api sepanjang sekitar 800 meter. Dari penanganan tersebut, petugas memperkirakan sekitar 10 hektare area berhasil dipadamkan.

Meski demikian, kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas karakteristik tanah gambut membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama. Petugas masih membutuhkan suplai air untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Pemadaman akan dilanjutkan dalam dua shift, pagi dan malam. Tim darat akan menggunakan pompa portabel serta peralatan manual, sedangkan pemadaman udara diarahkan untuk memutus rambatan api, terutama ke arah timur.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads