Kualitas Udara Palembang Makin Buruk, PM2.5 Catat Angka Tertinggi

Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang Makin Buruk, PM2.5 Catat Angka Tertinggi

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 03 Okt 2026 11:00 WIB
Grafik kualitas udara di Palembang
Foto: Grafik kualitas udara di Palembang (Dok. BMKG)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang kian memburuk pada Sabtu (3/10/2026). Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 masih dalam kategori berbahaya. Bahkan, angkanya mencapai angka tertinggi sebesar 828,3 µg/m³.

"Iya, hari ini masih dalam kategori berbahaya, bahkan sejak tadi malam hingga pagi ini. Angkanya mencapai angka tertinggi pada pukul 06.00 WIB sebesar 828,3 µg/m³. Angka tersebut menjadi nilai tertinggi sepanjang pemantauan tahun ini," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.

Dia menyebut, angka PM2.5 pada kategori berbahaya pada pukul 00.00 WIB mencapai 301,4 µg/m³. Pukul 01.00 WIB sebesar 288,5 µg/m³, 02.00 WIB naik drastis menjadi 565,9 µg/m³ hingga pukul 03.00 WIB menjadi 689,4 µg/m³.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pukul 04.00 WIB, angkanya masih tinggi mencapai 570,7 µg/m³. Kemudian pukul 05.00 WIB naik menjadi 717,6 µg/m³ hingga puncaknya pada pukul 06.00 WIB sebesar 828,3 µg/m³.

"Pukul 07.00 WIB tadi juga masih terdeteksi tinggi, tetap pada level berbahaya dengan angka 702,1 µg/m³," katanya.

ADVERTISEMENT

Tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikel berukuran sangat kecil di udara yang dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.

Kondisi kualitas udara buruk ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

"Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads