Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga akhir September 2026. Kondisi ini turut berdampak terhadap kesehatan warga, termasuk meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang.
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami ISPA dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur RSMP, dr. Yudi Fadilah mengatakan terdapat sekitar 200 pasien ISPA yang ditangani pihaknya dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasien tersebut menjalani pemeriksaan, baik di poliklinik maupun melalui perawatan inap," katanya saat diwawancarai Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus ISPA tersebut salah satunya berkaitan dengan kondisi kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumsel, termasuk Palembang.
"Banyak pasien yang datang mengeluhkan gejala ISPA. Mereka mengalami sesak napas, berkeringat, batuk hingga demam," ujarnya.
Sementara itu, pasien dengan kondisi lebih berat, terutama yang mengalami sesak napas, perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dapat menjalani rawat inap.
"Kalau sesak napas, tentu akan dilakukan perawatan intensif. Peningkatan kasus ini cukup signifikan, baik pasien yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap," tuturnya.
Adapun pasien yang memiliki penyakit penyerta membutuhkan perhatian lebih. Kondisi tersebut dapat membuat pasien harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Apalagi kalau pasien memiliki penyakit lainnya, tentu perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dan perawatan intensif," ungkapnya.
