Hotspot Sumsel Capai 3.059, Paling Banyak Berada di Lahan Gambut

Sumatera Selatan

Hotspot Sumsel Capai 3.059, Paling Banyak Berada di Lahan Gambut

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 12:30 WIB
Peta sebaran titik panas di Sumsel
Foto: Peta sebaran titik panas di Sumsel (Dok. BPBD Sumsel)
Palembang -

Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatat angka tertinggi. Berdasarkan data Sipongi, hotspot terpantau sebanyak 3.059 titik di 15 kabupaten/kota di Sumsel. Angka itu merupakan rekor tertinggi.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan ribuan hotspot tersebut terpantau berada di lahan gambut maupun mineral.

"Dari total 3.059 titik panas yang terpantau, sebanyak 2.062 titik berada di lahan gambut dan 997 titik berada di lahan mineral," ujar Sudirman, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan tersebut menjadi rekor tertinggi jumlah hotspot harian di Sumsel sepanjang tahun ini. Sebelumnya, jumlah hotspot tertinggi tercatat pada 16 September 2026 dengan total 3.039 titik.

"Ini merupakan angka tertinggi sepanjang 2026. Sebelumnya pada 16 September tercatat 3.039 titik," katanya.

ADVERTISEMENT

Dari 15 daerah yang terpantau, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. Tercatat ada 1.899 titik di wilayah tersebut.

"Dari jumlah itu, 1.246 titik berada di lahan gambut dan 653 titik di lahan mineral," jelas Sudirman.

Kabupaten Banyuasin berada di posisi berikutnya dengan total 486 titik panas. Sebanyak 428 titik di antaranya terpantau berada di lahan gambut, sedangkan 58 titik berada di lahan mineral.

Sementara itu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tercatat memiliki 390 titik hotspot, terdiri atas 342 titik di lahan gambut dan 48 titik di lahan mineral. Hanya Lubuklinggau dan Prabumulih yang tidak tercatat adanya hotspot.

"Iya, hanya Lubuklinggau dan Prabumulih yang nihil hotspot," katanya.

Sudirman mengatakan data hotspot tersebut menjadi perhatian BPBD Sumsel, terutama karena sebagian besar titik berada di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dalam penanganan kebakaran.

BPBD Sumsel terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot dan kondisi di lapangan sebagai bagian dari upaya penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Pemantauan terus dilakukan terhadap titik-titik panas, terutama di wilayah yang jumlahnya cukup tinggi," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads