Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, Warga Diminta Pakai Masker

Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, Warga Diminta Pakai Masker

Rio Roma Dhoni, A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 09:40 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan menunggu di gerbang tol Palembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Prabumulih yang tertutup kabut asap di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2026). PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola tol tersebut melakukan penutupan sementara  Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Prabumulih ruas Paelmbang-Prabumulih dikarenakan jarak pandang yang minim akibat kabut asap Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, kembali tercatat pada kategori berbahaya pagi ini. Level asap pekat itu terpantau mengalami kenaikan signifikan sejak Kamis (1/10/2026) malam.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) sempat mencapai 652,7 µg/m³ di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.

"Pagi ini kualitas udara Palembang kembali memburuk. Kategorinya tercatat pada level berbahaya. Angka tertinggi tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang sebeaar 652,7 µg/m³," ujarnya, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, kenaikan konsentrasi PM2.5 terjadi signifikan sejak dini hari. Pada pukul 03.00 WIB, angka PM2.5 tercatat mencapai 590,5 µg/m³.

Konsentrasi tersebut kembali meningkat pada pukul 04.00 WIB menjadi 630,1 µg/m³. Angka kemudian mencapai puncaknya pada pukul 05.00 WIB, yakni 652,7 µg/m³.

ADVERTISEMENT

Setelah mencapai titik tertinggi, konsentrasi PM2.5 mulai mengalami penurunan. Pada pukul 06.00 WIB, PM2.5 tercatat 551,5 µg/m³, kemudian turun lagi menjadi 465,5 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.

"Meski terjadi penurunan pada pagi hari, angka tersebut masih menunjukkan konsentrasi partikulat yang sangat tinggi," katanya.

Wandayantolis mengatakan kondisi kualitas udara Palembang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika berada pada level tinggi.

Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara masih berada pada kategori berbahaya. Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas.

"Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads