Lampung

Titik Panas di Lampung Kembali Bertambah

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 01 Okt 2026 14:40 WIB
Foto: Peta sebaran titik panas di Lampung (Dok. Istimewa)
Bandar Lampung -

Sebanyak 325 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Lampung pada Rabu (30/9/2026). Memasuki Kamis (1/10), sebanyak 71 hotspot kembali terpantau hingga pukul 09.26 WIB, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Way Kanan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, Pebri Surgiansyah, mengatakan sebaran hotspot tersebut terpantau melalui pemantauan satelit.

Pada Rabu (30/9), Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 81 titik. Disusul Lampung Tengah dengan 69 titik, Mesuji 68 titik, dan Way Kanan sebanyak 42 titik.

"Total ada 325 titik panas yang terdeteksi di wilayah Lampung selama periode 24 jam pada Rabu," katanya, Kamis (1/10/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 303 titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang (kuning) , 14 titik kategori tinggi (merah) , dan delapan titik kategori rendah (hijau).

Hotspot lainnya tersebar di Lampung Selatan sebanyak 20 titik, Lampung Timur 15 titik, Tulang Bawang Barat 13 titik, Lampung Utara dan Pesisir Barat masing-masing enam titik. Kemudian Pringsewu dan Tanggamus masing-masing dua titik serta Pesawaran satu titik.

Sementara itu, pemantauan pada Kamis (1/10) pukul 00.00 hingga 09.26 WIB mencatat 71 hotspot. Seluruh titik tersebut masuk kategori tingkat kepercayaan sedang.

"Untuk pemantauan pagi ini, hotspot paling banyak terdeteksi di Way Kanan dengan 23 titik. Namun hingga data terbaru ini kategorinya masih kuning," kata Pebri.

Selain Way Kanan, hotspot terdeteksi di Tulang Bawang sebanyak 14 titik, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Mesuji masing-masing delapan titik, Lampung Tengah tujuh titik, serta Lampung Utara tiga titik.

Menurut Pebri, titik panas tersebut terpantau melalui sejumlah satelit, di antaranya AQUA, NOAA20, dan SNPP. Sebarannya mencakup sejumlah kecamatan, seperti Negara Batin dan Negeri Agung di Way Kanan, Gedung Meneng di Tulang Bawang, serta Rajabasa di Lampung Selatan.

Pebri menjelaskan kemunculan hotspot tidak bisa langsung disimpulkan sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, titik panas merupakan indikasi adanya sumber panas di permukaan bumi yang terdeteksi oleh sensor satelit.

"Data hotspot ini merupakan informasi awal dan masih memerlukan verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya," ujarnya.

BMKG juga mencatat tiga hotspot berada dalam radius 10 kilometer dari Bandara Gatot Soebroto di Kabupaten Way Kanan pada Rabu (30/9). Ketiga titik tersebut berada di Kecamatan Way Tuba, dengan jarak sekitar 7,15 hingga 7,28 kilometer dari bandara.

Dua titik masuk kategori tingkat kepercayaan sedang, sedangkan satu lainnya berkategori tinggi.

Adapun pada pemantauan Kamis (1/10) hingga pukul 09.26 WIB, tidak ditemukan hotspot dalam radius lima maupun 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II, Bandara Gatot Soebroto, dan Bandara Taufiq Kiemas.

Pebri menambahkan, data sebaran hotspot dapat menjadi acuan awal untuk memantau wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Meski demikian, pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran di lokasi yang terdeteksi satelit.



Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork