433 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, BMKG Singgung Ulah Manusia

Lampung

433 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, BMKG Singgung Ulah Manusia

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 22 Okt 2026 21:30 WIB
Asap karhutla yang terpantau di wilayah Sumsel dari pantauan udara.
Foto: Ilustrasi karhutla (Dok. BNPB)
Lampung -

Sebanyak 433 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Lampung dalam sehari. BMKG menyebut penyebab meningkatnya titik panas itu belum bisa dipastikan berkaitan dengan suhu udara yang tinggi.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, Ramadhan Nurpambudi, menjelaskan suhu udara di Lampung yang tinggi belum bisa dijadikan patokan penyebab tingginya titik panas di daerah itu. Sebab, sebagian titik panas diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan oleh manusia.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi secara alami dinilai memiliki kemungkinan relatif kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk (penyebab) peningkatan hotspotnya kami tidak bisa memastikan, karena banyak hotspot yang dilakukan secara mandiri atau sengaja dilakukan pembakaran untuk membuka lahan. Namun, untuk terjadi kebakaran secara alami itu kemungkinannya cukup kecil," kata Ramadhan, Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data BMKG, sebanyak 433 titik panas terdeteksi pada Rabu (21/10), selama periode pukul 00.00-23.59 WIB. Titik panas tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 134 titik. Disusul Lampung Tengah dengan 60 titik, Mesuji 56 titik, Way Kanan 51 titik, Lampung Timur 50 titik, dan Lampung Utara 45 titik.

Selanjutnya, terdapat 16 titik panas di Tulang Bawang Barat, 12 titik di Lampung Selatan, empat titik di Tanggamus, tiga titik di Pringsewu, serta masing-masing satu titik di Pesawaran dan Pesisir Barat.

Dari total temuan tersebut, BMKG mencatat 56 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high), 371 titik kategori sedang (medium), dan enam titik kategori rendah (low).

BMKG menjelaskan, titik panas merupakan indikasi awal adanya sumber panas di permukaan bumi yang terdeteksi melalui sensor satelit. Temuan tersebut belum otomatis memastikan terjadinya kebakaran sehingga perlu diverifikasi langsung di lapangan.

Di tengah temuan ratusan titik panas tersebut, BMKG melaporkan tidak ada hotspot dalam radius 5 kilometer maupun 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Taufiq Kiemas.

Sementara itu, di sekitar Bandara Gatot Soebroto, tidak ditemukan titik panas dalam radius 5 kilometer. Namun, dua titik panas terdeteksi dalam radius 10 kilometer, tepatnya di wilayah Way Tuba, Kabupaten Way Kanan.

Temuan titik panas ini menjadi perhatian karena pembakaran lahan yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran lebih luas. Meski demikian, penyebab setiap titik panas tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads