Hotspot Lampung Terdeteksi 87 Titik, Suhu Panas 38 Derajat

Lampung

Hotspot Lampung Terdeteksi 87 Titik, Suhu Panas 38 Derajat

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 19 Agu 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Cuaca Akhir-akhir Ini Panas Sekali
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: freepik/Magnific)
Lampung -

Sebanyak 87 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Lampung berdasarkan pemantauan BMKG. Lampung Timur menjadi wilayah dengan temuan hotspot terbanyak, yakni mencapai 32 titik.

Berdasarkan data BMKG, pemantauan dilakukan menggunakan empat satelit, yakni Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20. Data terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2026 pukul 20.40 WIB.

Selain Lampung Timur, hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya. Tulang Bawang tercatat memiliki 14 titik, Lampung Utara 13 titik, Way Kanan 8 titik, dan Lampung Tengah 7 titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Lampung Selatan terdeteksi 4 titik, Mesuji 3 titik, Tulang Bawang Barat 3 titik, Pesisir Barat 2 titik, dan Tanggamus 1 titik.

Seluruh wilayah yang terdeteksi hotspot tersebut tersebar di 10 kabupaten di Provinsi Lampung. Dalam peta BMKG, tingkat kepercayaan hotspot terbagi dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, dengan sebagian besar titik yang terpantau berada pada kategori sedang.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, suhu udara di Lampung juga sempat mencapai 38 derajat Celsius. Suhu maksimum tersebut tercatat di Kabupaten Lampung Utara pada Senin (17/8/2026).

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Pebri Surgiansyah mengatakan kondisi panas masih berpotensi terjadi ketika tutupan awan relatif sedikit sehingga radiasi matahari lebih optimal mencapai permukaan.

"Untuk suhu maksimum, kemarin tercatat mencapai 38 derajat Celsius di Lampung Utara. Kondisi suhu panas seperti ini dapat terjadi ketika tutupan awan relatif sedikit sehingga pemanasan matahari lebih optimal," kata Pebri, Selasa (18/8/2026).

Dia mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Terkait temuan hotspot, Pebri menjelaskan titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran.

Namun, banyaknya titik panas tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang kondisi lahannya kering dan berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

"Masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada wilayah yang terdeteksi hotspot. Jika melihat adanya asap atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak terkait," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads