Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 115 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Provinsi Lampung pada 11 Agustus 2026. Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Way Kanan.
Berdasarkan data pemantauan satelit BMKG, Way Kanan menjadi wilayah dengan sebaran hotspot paling tinggi, yakni mencapai 35 titik.
Selanjutnya, Kabupaten Mesuji tercatat memiliki 24 titik panas. Sementara Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat masing-masing terdeteksi 16 titik panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 10,6 Hektare Lahan Terbakar di Lampung |
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung Adi Saputra mengatakan keberadaan titik panas tersebut perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah dengan jumlah hotspot yang cukup tinggi.
"Sebaran titik panas perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menjadi indikasi awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan," katanya, Selasa (11/8/20206).
Selain empat wilayah tersebut, hotspot juga terdeteksi di sejumlah kabupaten lainnya. Rinciannya yakni Lampung Timur sebanyak 6 titik, Pesisir Barat 6 titik, Lampung Selatan 5 titik, Lampung Tengah 5 titik, Tanggamus 1 titik, dan Tulang Bawang 1 titik.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan rawan kebakaran, untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas pembakaran lahan juga perlu dihindari karena berpotensi memicu meluasnya kebakaran saat kondisi lingkungan relatif kering.
"Langkah antisipasi dan deteksi dini perlu ditingkatkan, terutama di wilayah yang terpantau memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi," ujarnya.
BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas di wilayah Lampung. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan agar dapat ditangani sedini mungkin.
