Wali Kota Palembang Ratu Dewa meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) di 8 kelurahan yang menjadi lokasi pilot project di Kota Palembang. Program tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan launching tersebut dilakukan di Jalan Perguruan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang, pada Rabu (30/9) pagi.
Ratu Dewa mengatakan, keberadaan Ruang Bersama Indonesia harus dioptimalkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi wadah berkumpul sekaligus mengembangkan berbagai potensi masyarakat di tingkat kelurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga ini tidak hanya sebatas launching, tetapi ada optimalisasi kerja. Karena di sana ada kaum perempuan, lansia, ada anak-anak juga, dan pemberdayaannya harus ditingkatkan," katanya kepada wartawan, usai meninjau lokasi RBI, Rabu.
Dia menyebut 8 kelurahan yang menjadi pilot project tersebut nantinya akan menjadi sampel untuk melihat sejauh mana konsep Ruang Bersama Indonesia dapat berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Ratu Dewa bahkan menargetkan konsep tersebut dapat dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Palembang yang terdiri dari 18 kecamatan dan 107 kelurahan.
"Ini adalah sebuah sampel yang akan saya minta nanti diterapkan di seluruh kecamatan dan kelurahan," ujarnya.
Menurut Ratu Dewa, Ruang Bersama Indonesia tidak hanya difungsikan sebagai tempat berkumpul masyarakat. Lebih dari itu, ruang tersebut harus mampu menjadi pusat berbagai kegiatan produktif yang melibatkan kelompok masyarakat secara luas.
Dia mencontohkan, salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan melalui RBI adalah ketahanan pangan. Masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menghasilkan kegiatan produktif sekaligus meningkatkan kreativitas warga.
"Kita lihat ada pemberdayaannya, ketahanan pangan semuanya ada. Seperti kita lihat di sini ada ketahanan pangan, ada juga tambak lele, tempat belajar dan hal-hal lain sehingga menimbulkan kreativitas buat warga," jelasnya.
Ratu Dewa menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai kelompok masyarakat diharapkan dapat ikut terlibat dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang bersama tersebut.
"Yang penting adalah kita ingin melibatkan seluruh kelompok rentan dan juga komponen masyarakat lainnya," katanya.
Kelompok rentan yang dimaksud antara lain perempuan, lanjut usia, anak-anak serta kelompok masyarakat lainnya. Dengan keterlibatan tersebut, RBI diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain masyarakat, Pemkot Palembang juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta stakeholder lainnya.
Menurut Ratu Dewa, kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai kegiatan yang ada di Ruang Bersama Indonesia dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Ini bisa diintegrasikan dengan para pelaku usaha, BUMN dan juga stakeholder yang lain sehingga ini benar-benar menjadi tempat, benar-benar ruang bersama," jelasnya.
Dewa berharap konsep RBI nantinya dapat menjadi wadah yang mampu menghubungkan berbagai kepentingan masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, aktivitas anak-anak, kegiatan lansia, hingga pengembangan ketahanan pangan dan kreativitas warga.
Dengan demikian, keberadaan ruang bersama di setiap kelurahan tidak hanya menjadi fasilitas yang dibangun pemerintah, tetapi juga dapat dihidupkan oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ratu Dewa menegaskan, keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat bergantung pada optimalisasi dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, Pemkot Palembang akan melihat pelaksanaan di 8 lokasi pilot project sebagai bahan evaluasi sebelum dikembangkan secara lebih luas.
"Harapan kita, ini benar-benar menjadi ruang bersama, sebagai Ruang Bersama Indonesia," tutupnya.
