Pemkot Palembang Gandeng UMP Tingkatkan Kualitas SDM-Riset Persoalan Kota

Sumatera Selatan

Pemkot Palembang Gandeng UMP Tingkatkan Kualitas SDM-Riset Persoalan Kota

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 28 Sep 2026 22:40 WIB
Wali Kota Palembang MOU bersama Universitas Muhammadiyah Palembang
Foto: Wali Kota Palembang MOU bersama Universitas Muhammadiyah Palembang (Dok. Diskominfo Palembang)
Palembang -

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, penelitian hingga membantu mencari solusi atas berbagai persoalan di Kota Palembang.

Kerja sama itu dibahas dalam kegiatan silaturahmi sekaligus tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Palembang dan UMP.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Menurutnya, kesepakatan tersebut harus diterjemahkan dalam program yang lebih konkret melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja sama ini akan kita tindak lanjuti lebih spesifik di tingkat OPD," katanya kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Dewa menjelaskan, terdapat tiga bidang utama yang menjadi fokus kolaborasi Pemkot Palembang dan UMP. Ketiganya meliputi pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM dan penelitian.

ADVERTISEMENT

Masih kata Ratu Dewa menilai keterlibatan akademisi sangat penting dalam membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan. Karena itu, UMP didorong untuk terlibat dalam penelitian mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Palembang.

"Kita ingin akademisi ikut melakukan penelitian dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di Kota Palembang," ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Pemkot Palembang juga mendorong peningkatan kualifikasi tenaga pendidik. Pemerintah kota menargetkan setiap sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memiliki setidaknya satu tenaga pengajar dengan pendidikan minimal Strata 2 (S-2).

Selain tenaga pendidik, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi perhatian.

Ratu Dewa menyebut jumlah ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Palembang saat ini mencapai sekitar 22 ribu orang. Namun, pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Strata 3 (S-3) baru sekitar 11 orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Palembang membuka peluang kerja sama dengan UMP untuk mendorong pegawai melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 maupun S-3.

"Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas SDM, baik tenaga pendidik maupun aparatur di lingkungan Pemkot Palembang," jelasnya.

Kerja sama Pemkot Palembang dan UMP juga menyentuh sektor kesehatan. Pemkot Palembang menyatakan dukungan terhadap rencana UMP membentuk Fakultas Kedokteran.

Rencana tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan tenaga medis di Kota Palembang, khususnya dalam pemenuhan dokter spesialis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pemkot Palembang sebelumnya menargetkan ketersediaan satu dokter spesialis untuk setiap Puskesmas. Dengan adanya penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan diharapkan dapat semakin terpenuhi.

Ratu Dewa mengatakan seluruh kesepakatan strategis tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait bersama pihak UMP.

"Dengan demikian, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan tidak sebatas seremonial, tetapi menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kota Palembang," tutupnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads