Kualitas udara di Kota Palembang, masih berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada Selasa (29/9/2026) sore. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 243,8 µg/m³ pukul 16.00 WIB.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan kualitas udara belum menunjukkan kondisi yang baik. Meski demikian, kualitas udara pada siang hingga sore hari sedikit membaik dibandingkan kondisi pada dini hari hingga pagi.
Pada periode tersebut, kualitas udara Palembang sempat masuk kategori hitam atau berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tercatat berada di atas 250 µg/m³.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sore ini angka PM2.5 tertinggi mencapai 243,8 µg/m³ terpantau pukul 16.00 WIB," ujar Wandayantolis.
Dia mengatakan, berdasarkan pemantauan sepanjang siang hingga sore, kualitas udara di Palembang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
"Kualitas udara di Palembang masih tidak sehat-sangat tidak sehat," katanya.
Wandayantolis menyebut kondisi ini masih akan terus terjadi, namun kualitas udara bersifat fluktuatif. Buruknya kualitas udara disebabkan oleh asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.
"Masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker sangat dianjurkan ketika bepergian," jelasnya.
