Udara Palembang Sore Ini Kembali Buruk, Status Sangat Tidak Sehat

Sumatera Selatan

Udara Palembang Sore Ini Kembali Buruk, Status Sangat Tidak Sehat

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 29 Sep 2026 20:20 WIB
Foto udara kawasan Musi II yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada 5 September 2026 pukul 10.00 WIB, sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Papua Selatan bergerak ke arah barat laututara, sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utaratimur laut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, masih berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada Selasa (29/9/2026) sore. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 243,8 µg/m³ pukul 16.00 WIB.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan kualitas udara belum menunjukkan kondisi yang baik. Meski demikian, kualitas udara pada siang hingga sore hari sedikit membaik dibandingkan kondisi pada dini hari hingga pagi.

Pada periode tersebut, kualitas udara Palembang sempat masuk kategori hitam atau berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tercatat berada di atas 250 µg/m³.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sore ini angka PM2.5 tertinggi mencapai 243,8 µg/m³ terpantau pukul 16.00 WIB," ujar Wandayantolis.

Dia mengatakan, berdasarkan pemantauan sepanjang siang hingga sore, kualitas udara di Palembang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

ADVERTISEMENT

"Kualitas udara di Palembang masih tidak sehat-sangat tidak sehat," katanya.

Wandayantolis menyebut kondisi ini masih akan terus terjadi, namun kualitas udara bersifat fluktuatif. Buruknya kualitas udara disebabkan oleh asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.

"Masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker sangat dianjurkan ketika bepergian," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads