Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengguyur Rp 56 miliar untuk infrastruktur di Kabupaten Empat Lawang. Anggaran itu untuk membantu keterbatasan fiskal wilayah tersebut.
"Angka Rp 56 miliar untuk Empat Lawang tahun ini, bisa sedikit mengobati kesulitan keuangan daerah untuk membangun," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat groundbreaking pembangunan Jembatan Desa Seleman Ulu di Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/9/2026).
Anggaran yang disalurkan kepada daerah itu disebutnya sebagai komitmen pemprov untuk membantu pembangunan di kabupaten/kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu infrastruktur yang dibangun dengan APBD Sumsel adalah jembatan di Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang. Jembatan itu menjadi penghubung strategis antarwilayah, yang dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang hanya memiliki bentang 8 meter menjadi 30 meter. Konstruksi yang dibangun juga lebih kokoh, layak, dan aman untuk dilintasi masyarakat.
Pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini akan kita letakkan kembali bahwa jembatan kokoh dengan nilai yang cukup besar. Mudah-mudahan kemanfaatannya tidak hanya sesaat, tetapi berkepanjangan," katanya.
Menurut Herman Deru, Jembatan Seleman Ulu memiliki peran vital karena menjadi bagian dari jalur penghubung antarkabupaten hingga lintas provinsi. Keberadaan jembatan tersebut menunjang berbagai akses penting, mulai dari komunikasi pemerintahan, hubungan sosial, hingga pergerakan komoditas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kita masih sangat tersambung, baik komunikasi pemerintahan, politik, komoditas, apalagi infrastruktur dan lain sebagainya. Ini sangat berkaitan dengan terhubungnya infrastruktur," katanya.
Ia menekankan, apabila akses jembatan terganggu atau terputus, dampaknya tidak hanya memutus hubungan sosial dan silaturahmi, tetapi juga dapat meningkatkan beban ekonomi masyarakat.
"Bahwa ketika ini terganggu, bukan hanya silaturahmi yang terputus yang dikhawatirkan, tetapi kemahalan ongkosnya. Dan itu tentu tidak boleh terbebani kepada masyarakat penggunanya," tegasnya.
Selain pembangunan jembatan, Herman Deru juga menyoroti ruas Jalan Pagar Alam-Tanjung Raya sepanjang 80 kilometer. Ruas tersebut saat ini secara fungsional diperbaiki dan ke depan akan diperjuangkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional.
"Ruas 80 kilometer ini bisa menjadi akses wisata, akses evakuasi, utamanya akses ekonomi. Nanti akan kita komunikasikan dengan kementerian untuk ditingkatkan menjadi jalan nasional," tukasnya.
