Hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan, melonjak hingga 622 titik. Berdasarkan data Sipongi, separuh lebih hotspot terdeteksi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Sebagian besar wilayah itu tak mendapat hujan di saat daerah lain menerimanya dalam beberapa hari terakhir.
"Hotspot harian di Sumsel kembali naik setelah beberapa hari terakhir turun. Tercatat kemarin terdeteksi 622 titik di wilayah Sumsel, paling banyak di OKI," ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Sabtu (26/9/2026).
Dari 622 titik itu, terdeteksi 322 titik berada di lahan gambut dan 300 titik di lahan mineral.
Dari jumlah itu, wilayah OKI terdeteksi sebanyak 381 titik. Di wilayah ini, hotspot yang terdeteksi di lahan gambut sebanyak 240 titik dan 141 titik di lahan mineral.
Kemudian di Banyuasin 56 titik (gambut 40 titik), Muba 42 titik (gambut 23 titik), OKU Selatan 22 titik, Ogan Ilir 21 titik, dan Muara Enim 20 titik (gambut 3 titik). Sementara wilayah lainnya di bawah puluhan titik.
"Hanya di Lubuklinggau dan Palembang yang nihil hotspot," katanya.
Sepanjang 1-25 September, hotspot yang tercatat sebanyak 24.534 titik. Jumlah itu menjadi yang terbanyak secara bulanan sepanjang tahun ini, bahkan sejak 2015.
"Terbanyak secara bulanan pada September ini di wilayah OKI 7.486 titik, Banyuasin 4.465 titik, Muba 3.937 titik, Muara Enim 2.890 titik, dan Mura 1.235 titik," ungkapnya.
Sudirman mengungkapkan, hotspot pada Agustus lalu yang menjadi awal puncak musim kemarau terdeteksi sebanyak 12.748 titik. Artinya, jumlah hotspot pada September ini mengalami lonjakan dua kali lipat.
"Secara total sepanjang 2026 (hingga 25 September), jumlah hotspot yang terdeteksi di Sumsel sebanyak 40.852 titik. Wilayah OKI juga yang terbanyak terpantau hotspot-nya, ada 12.560 titik," jelasnya.
Pihaknya tetap mewaspadai peningkatan hotspot yang dapat terjadi pada September ini. Potensi hujan saat ini disebutnya menurun pascahujan buatan yang dilakukan melalui OMC terakhir 24 September lalu.
"Kita tetap mewaspadai hotspot yang ada. Pemantauan tetap dilakukan terhadap titik-titik panas yang terdeteksi," ungkapnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)