Polisi Tegaskan Pawai LGBT di BKB Palembang Hoaks

Sumatera Selatan

Polisi Tegaskan Pawai LGBT di BKB Palembang Hoaks

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 23:20 WIB
Ilustrasi LGBT
Ilustrasi LGBT (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Palembang -

Ajakan kepada masyarakat Palembang untuk mengikuti "Pawai Semarak LGBT" di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, viral di media sosial. Polisi menegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adtyawan meminta masyarakat tidak memercayai maupun mengikuti ajakan yang beredar melalui grup WhatsApp dan media sosial tersebut.

"Flyer yang berisikan pawai LGBT tersebut adalah hoaks. Kami mengimbau masyarakat jangan percaya dengan ajakan pawai LGBT yang beredar tersebut," tegas Sonny, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam flyer yang beredar, kegiatan akan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai di kawasan BKB. Flyer tersebut juga memuat kalimat "Jangan membenci ciptaan Tuhan, keadilan untuk kami".

Sonny mengatakan Sat Intelkam Polrestabes Palembang telah melakukan penelusuran terhadap akun yang tercantum dalam flyer. Hasilnya, pemilik akun disebut tidak pernah membuat ataupun menyebarkan informasi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Masyarakat kami imbau untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya," ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Palembang melalui Satpol PP juga memastikan tidak ada izin untuk kegiatan tersebut.

Kasat Pol PP Palembang Herison mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan kepada Dinas Pariwisata maupun kepolisian.

"Kita sudah telusuri dan pastikan kalau dari Dinas Pariwisata tidak ada mengeluarkan izin penggunaan BKB untuk aksi tersebut, begitupun izin keramaian dari pihak kepolisian," katanya.

Meski informasi tersebut dipastikan hoaks, Satpol PP tetap menyiagakan personel di kawasan BKB untuk mengantisipasi apabila ada pihak yang benar-benar datang menggelar kegiatan seperti yang tercantum dalam flyer.

"Kita ambil kemungkinan yang tidak diinginkan. Jika benar ada aksi tersebut maka akan kita bubarkan karena personel juga tetap disiagakan di lokasi, termasuk bantuan personel tetap yang ada di lokasi BKB," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads