26 Siswa SD di Lampung Tengah Keracunan Diduga Usai Santap Menu MBG

Lampung

26 Siswa SD di Lampung Tengah Keracunan Diduga Usai Santap Menu MBG

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 18:20 WIB
Siswa di Lampung Tengah diduga keracunan usai santap menu MBG
Siswa di Lampung Tengah diduga keracunan usai santap menu MBG (Foto: Istimewa/Polres Lampung Tengah)
Lampung Tengah -

Sebanyak 26 siswa SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah, mengalami keracunan diduga setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Puluhan siswa itu mengalami sejumlah keluhan, mulai pusing, mual hingga muntah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, sebanyak 163 porsi MBG dibagikan kepada siswa SDN 1 Taman Sari.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan keluhan mulai muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan tersebut. Para siswa kemudian mendapat penanganan dari petugas medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari jumlah yang didistribusikan ke SDN Taman Sari sebanyak 163, terdapat 26 anak yang terindikasi keracunan," katanya, Jumat (25/9/2026).

Puluhan siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Karang Anyar untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil screening, 25 siswa diperbolehkan pulang. Sementara satu siswa masih menjalani observasi medis.

ADVERTISEMENT

Menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri atas nasi putih, ayam krispi, lalapan selada dan timun, tahu goreng, serta buah salak. Khusus porsi besar, makanan juga dilengkapi sambal goreng.

Charles mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan mitigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi para siswa, salah satunya lauk ayam.

"Dimungkinkan jumlah korban akibat dugaan keracunan makanan MBG masih bisa bertambah, dan saat ini masih dilakukan mitigasi lebih lanjut," ujarnya.

MBG untuk siswa SDN 1 Taman Sari tersebut disuplai SPPG Gedung Harta yang dikelola Yayasan Panata Alam Bersama. SPPG tersebut tercatat memiliki 3.185 penerima manfaat.

Setelah mengetahui adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan, pihak sekolah berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG, Puskesmas Karang Anyar dan Forkopimcam Selagai Lingga.

Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para siswa. Sebagian besar siswa diperbolehkan kembali ke rumah setelah menjalani pemeriksaan.

Polisi masih mengumpulkan data terkait kejadian tersebut, termasuk jumlah siswa yang terdampak dan penyebab dugaan keracunan. Hingga Jumat (25/9), kondisi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads