11 Siswa MI di Lamsel Sakit Perut-Muntah Usai Santap MBG

Lampung

11 Siswa MI di Lamsel Sakit Perut-Muntah Usai Santap MBG

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 16:00 WIB
Salah seorang siswa  yang dibawa ke faskes.
Salah satu siswa yang dibawa ke faskes. (Foto: Istimewa)
Lampung Selatan -

Sebanyak 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel), mengalami mual, sakit perut, hingga muntah, usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Sampel makanan dan muntahan siswa telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2026). Sebanyak 80 siswa MI Ma'arif menerima menu MBG yang disalurkan SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.

Pada saat itu, para siswa menyantap menu berupa nasi, udang, tahu, dan sayur wortel sekitar pukul 09.30 WIB. Satu jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut dan muntah-muntah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka langsung dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Lima siswa dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang, sedangkan enam lainnya dibawa ke Klinik dr Ido.

Kepala MI Ma'arif, Khoirudin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan keluhan siswa muncul setelah waktu istirahat dan mereka kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas.

ADVERTISEMENT

"Benar, peristiwa itu kemarin. Jadi habis istirahat terus masuk kelas, lalu selang 1,5 jam itu anak-anak ada yang mulas, sakit perut. Terus saya konfirmasi ke pihak SPPG ini ada apa kok seperti ini, terus datanglah petugas SPPG ke sekolah untuk mengecek," ujar Khoirudin, Kamis (17/9/2026).

Khoirudin menjelaskan, awalnya empat siswa dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang. Selanjutnya, empat siswa lainnya menyusul, kemudian tiga siswa kembali dilaporkan mengalami keluhan serupa.

"Ya sakit perut, mulas, mual. Ini baru pertama kali terjadi. Ada yang dirawat inap satu siswa, kata petugas medis harus dirawat untuk diinfus seperti itu. Di sekolah kami ada 80 siswa yang mendapat MBG," katanya.

Salah seorang siswi yang menjalani perawatan mengaku mengalami sakit perut dan muntah setelah menyantap makanan tersebut. Dia juga menyebut sejumlah temannya mengalami keluhan serupa.

"Kebanyakan perempuan semua," ujar siswi tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang Sutji Mendrofa mengatakan pihaknya menerima siswa dengan keluhan muntah setelah menyantap menu MBG. Siswa tersebut dibawa ke unit gawat darurat (UGD) sekitar tengah hari.

"Sekitar jam 12 siang ada empat orang anak yang dibawa ke UGD Puskesmas Rawat Inap Ketapang dengan keluhan utamanya adalah muntah-muntah setelah makan MBG di sekolah seperti itu," kata Sutji.

Menurut Sutji, petugas medis telah menangani siswa sesuai prosedur operasional standar (SOP), termasuk memberikan obat mual dan melakukan observasi. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun, satu siswa masih menjalani perawatan untuk mendapatkan infus.

"Dan sekarang anak-anak itu sudah pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.

Sutji menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah keluhan yang dialami siswa disebabkan oleh menu MBG. Untuk memastikan penyebabnya, petugas telah mengambil sejumlah sampel.

Sampel yang diambil meliputi makanan, muntahan siswa, dan air dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.

"Mudah-mudahan hasilnya segera kita lihat nanti dan kita baru bisa bilang apakah berasal dari situ, ya. Karena saya juga tidak berani bicara bahwa ini karena keracunan MBG sebelum ada hasil dari laboratorium," jelasnya.

Sutji kembali menjelaskan bahwa dari lima siswa yang dibawa ke Puskesmas, empat telah pulang dan satu masih dalam perawatan. Keluhan yang dominan dialami siswa berupa muntah dan pusing.

"Dominan muntah dan pusing. Kalau keracunan itu berdasarkan diagnosa laboratorium, tidak bisa kita bilang keracunan sementara hasil laboratoriumnya tidak ada," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads