Siswa Keracunan MBG, SPPG Batu Ketulis Lampung Barat Disuspend 20 Hari

Lampung

Siswa Keracunan MBG, SPPG Batu Ketulis Lampung Barat Disuspend 20 Hari

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 22 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi trauma keracunan MBG
Ilustrasi trauma keracunan MBG (Foto: Edi Wahyono)
Lampung Barat -

Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Ketulis 1, Lampung Barat. Dapur tersebut di-suspend selama 20 hari menyusul dugaan puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi membenarkan pemberian sanksi tersebut. Dia mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai tindak lanjut atas dugaan keracunan yang menimpa siswa penerima manfaat MBG.

"Ya, untuk di Lampung Barat sudah kita suspend. Suspend sedang, 20 hari gitu, berhentiin," katanya Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan keracunan bermula ketika makanan MBG dibagikan kepada siswa pada Jumat (18/9/2026). Salah satu menu yang disajikan saat itu berupa siomay.

Sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan pada malam hari setelah menyantap makanan tersebut. Keluhan yang dilaporkan antara lain diare.

ADVERTISEMENT

Sebagian siswa mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan pada Sabtu (19/9/2026) pagi. Mereka menjalani perawatan jalan maupun rawat inap.

Fitra mengatakan dugaan sementara mengarah pada kontaminasi silang bahan makanan, termasuk siomay yang disajikan dalam menu MBG.

"Jadi memang kejadian di sana dugaan awal kontaminasi silang dari bahan siomay," ujarnya.

Menurut Fitra, makanan yang mudah basi memiliki risiko kerusakan lebih tinggi sehingga proses pengolahan dan penyajiannya perlu diawasi secara ketat.

BGN pun mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Lampung agar menjaga kebersihan serta keamanan pangan di setiap tahapan pengolahan makanan.

"Kita juga mengimbau kepada SPPG, koki, bahwa apabila membuat makanan yang cepat basi, itu rawan kontaminasi silang, sangat-sangat hati-hati," kata Fitra.

Dia meminta seluruh petugas dapur memastikan penerapan higienitas untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Pada intinya, tetap jaga kebersihan di setiap dapur," pungkasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads