BNPB menambah dua unit helikopter water bombing untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Dari tambahan tersebut, satu helikopter telah selesai menjalani verifikasi dan kini di-standby-kan untuk melakukan pemadaman.
Kepala Bidang (Kabid) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Sudirman mengatakan total akan ada delapan helikopter WB yang akan bersiaga menghadapi karhutla.
"Iya ada tambahan dua helikopter WB lagi untuk Sumsel. Jadi ada tujuh helikopter WB di antaranya yang ready, satu lagi masih verifikasi," ujar Sudirman, Rabu (23/9/2026).
Sudirman menjelaskan, satu helikopter untuk WB masih dalam proses verifikasi sebelum nantinya dioperasikan untuk mendukung pemadaman karhutla.
"Dengan tambahan itu, maka di Sumsel akan ada 10 unit untuk penanganan karhutla melalui jalur udara. Dua armada di antaranya untuk patroli udara dan delapan untuk water bombing," katanya.
Tambahan helikopter itu untuk mengantisipasi musim kemarau di Sumsel yang pada saat ini masih berada pada masa puncak akibat fenomena El Nino yang panjang.
"Penambahan armada udara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di Sumsel, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran yang membutuhkan penanganan melalui udara dan tak terjangkau melalui satgas darat," ungkapnya.
Sebelumnya, BMKG memprediksi Sumsel akan memasuki musim hujan pada akhir Oktober dan baru merata di wilayah Sumsel pada bulan berikutnya.
Kewaspadaan terhadap potensi karhutla masih akan dilakukan hingga memasuki pergantian musim.
Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"
(dai/dai)