Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Lampung

Lampung

Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Lampung

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 24 Sep 2026 05:00 WIB
Ombak besar menghantam kawasan tepi laut Malecon di Havana, Kuba, pada Minggu (1/2/2026), akibat gelombang dingin kuat yang melanda wilayah tersebut. Terjangan ombak menyebabkan air laut meluap hingga menggenangi jalanan dan permukiman di sekitar kawasan pesisir ibu kota Kuba itu. REUTERS/Norlys Perez
Foto: Ilustrasi gelombang air laut (REUTERS/Norlys Perez)
Lampung Selatan -

Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Lampung dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipicu angin yang relatif kencang dari arah Samudra Hindia.

Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Maritim Panjang-Bandar Lampung, gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung dan Perairan Barat Lampung.

Peringatan dini tersebut berlaku mulai Kamis (24/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (27/9/2026) pukul 07.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Panjang-Bandar Lampung, M Fauzan Abdul Lathif, mengatakan kondisi gelombang tinggi berkaitan dengan pola angin di wilayah perairan Lampung.

"Angin yang relatif kencang dari Samudra Hindia," kata Fauzan saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam informasi BMKG, pola angin di wilayah perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Adapun kapal feri berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Meski demikian, BMKG menyebut potensi gelombang tinggi tersebut tidak serta-merta berdampak terhadap kondisi di daratan Lampung.

"Kecenderungannya tidak, karena gelombang laut sendiri biasa terpengaruh dari angin yang jauh," ujar Fauzan.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran, memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads