Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai menggeber pengerjaan sejumlah ruas jalan strategis di berbagai kabupaten dan kota. Total panjang jalan yang tengah dikerjakan mencapai kurang lebih 24 kilometer dan ditargetkan rampung sebelum kontrak berakhir pada 30 Desember 2026.
Pengerjaan jalan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Seluma, Kepahiang, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan hingga Kota Bengkulu.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar ruas-ruas jalan yang menjadi akses penting masyarakat dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih ada 24 kilometer yang sekarang sedang berjalan. Kita targetkan seluruh pekerjaan ini selesai sebelum masa kontrak berakhir pada 30 Desember," kata Tejo, Sabtu (19/9/2026).
Salah satu ruas yang tengah dikerjakan yakni jalan Seluma-Padang Serai sepanjang sekitar 7 kilometer. Selain itu, Pemprov Bengkulu juga mengerjakan jalan strategis Kepahiang menuju Empat Lawang sepanjang 2 kilometer.
Menurut Tejo, perbaikan jalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
"Jalan ini menjadi akses masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan. Jadi ketika jalannya semakin baik, distribusi barang juga diharapkan semakin lancar," ujarnya.
Pengerjaan juga dilakukan pada ruas jalan Lais menuju Argamakmur sepanjang kurang lebih 10 kilometer serta ruas jalan di Lebong, tepatnya kawasan Talang Ratu, sepanjang sekitar 5 kilometer.
"Prioritas kita adalah ruas-ruas yang memang dibutuhkan masyarakat dan memiliki fungsi strategis. Kita ingin hasil pekerjaan ini benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di Bengkulu Tengah dan Bengkulu Selatan juga masuk dalam program pengerjaan. Di Kota Bengkulu, Pemprov menyiapkan peninggian jalan sepanjang sekitar 600 hingga 800 meter.
"Untuk Kota Bengkulu, ada pekerjaan peninggian jalan sekitar 600 sampai 800 meter yang siap kita laksanakan. Ini kita percepat agar segera bisa dikerjakan," katanya.
Baca juga: 125 Hektare Lahan Terbakar di Bengkulu |
Sementara untuk ruas Tugu Polwan hingga Jembatan Tanjung Agung, proses pengadaan melalui e-katalog masih terus dipercepat.
"Kita sedang mempercepat proses e-katalog untuk ruas Tugu Polwan sampai Jembatan Tanjung Agung. Harapannya prosesnya segera selesai sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan," ujar Tejo.
Untuk Kabupaten Kaur, khususnya wilayah Padang Guci, pekerjaan sempat terkendala akibat pembatalan proses lelang. Namun Pemprov Bengkulu memastikan penanganan jalan tetap dilakukan melalui skema pemeliharaan berkala.
"Di Padang Guci memang ada kendala pada proses lelang. Tetapi kita tidak ingin jalan tersebut dibiarkan. Penanganannya tetap kita lakukan melalui pemeliharaan berkala," ungkapnya.
Sedangkan pembangunan jalan di Kabupaten Mukomuko masih menunggu proses pergeseran anggaran.
Tejo menegaskan seluruh pekerjaan yang sudah berjalan akan terus dipantau agar pelaksana dapat mengejar target penyelesaian tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
"Kita akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Targetnya bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi pekerjaan juga harus sesuai dengan spesifikasi dan kualitas yang sudah ditentukan," tegasnya.
Ia berharap percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan dapat memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
"Dengan jalan yang lebih baik, waktu tempuh masyarakat bisa lebih efisien. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga menjadi lebih lancar," kata Tejo.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik juga akan membantu memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
"Manfaat akhirnya tentu kembali kepada masyarakat. Aktivitas transportasi menjadi lebih lancar, biaya distribusi bisa lebih efisien, dan konektivitas antarwilayah semakin baik," ujarnya.
Pemprov Bengkulu pun menargetkan seluruh pekerjaan yang saat ini berjalan dapat diselesaikan sebelum 30 Desember 2026 sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan infrastruktur jalan tersebut.
