Sumatera Selatan

Kabut Asap Karhutla di Mura Makin Tebal, Waspada ISPA-Radang Mata

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 22:00 WIB
Ilustrasi asap. (Foto: Istimewa)
Mura -

Kualitas udara di wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan, masuk kategori tidak sehat. Kondisi itu akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi. Risiko warga terserang ISPA dan radang mata meningkat.

Berdasarkan data BPBD Mura, indeks standar pencemar udara (ISPU) pada Kamis (17/9/2026) berada pada kategori kuning atau tidak sehat.

"Untuk kualitas udara hari ini (17/9) masih di kategori warna kuning atau tidak sehat," ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mura Maryani.

Katanya, buruknya kualitas udara itu disebabkan masih tingginya angka hotspot. Tercatat pada hari sebelumnya sebanyak 289 titik.

"Rincian hotspot yang tercatat itu 285 titik berada di lahan mineral dan 4 titik berada di lahan gambut. Untuk yang hari ini masih dilakukan penghitungan. Saat ini kami juga masih di lapangan melakukan pemadaman," katanya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Mura Arinanda mengatakan secara kumulatif sejak Januari-Agustus 2026, tercatat 17.458 kasus ISPA di wilayahnya. Musim kemarau yang disertai kabut asap akibat karhutla di Mura menyebabkan peningkatan risiko sejumlah penyakit.

"Kalau musim panas, kering, hingga kabut asap karhutla di Mura saat ini menyebabkan beberapa jenis penyakit yang faktor risikonya naik. Penyakit yang rentan terjadi di tengah kondisi ini seperti ISPA, diare, hingga konjungtivitis atau radang mata. Penyakit mata ini karena mata terpapar oleh debu dan zat iritan," ujarnya.

Selain itu, kata Arinanda, debu dan asap juga berpotensi memengaruhi kualitas air. Terlebih saat musim kemarau dan kondisi kering menyebabkan sumber air bersih terkontaminasi dan kualitasnya menurun.

"Jadi sebelum dikonsumsi pastikan air dimasak lebih dulu agar bakteri patogen dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit itu mati," ungkapnya.

Arinanda mengimbau masyarakat Mura menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

"Kalaupun hendak beraktivitas di luar rumah seperti belajar dan bekerja dianjurkan untuk menggunakan masker," tambahnya.

Dia juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, atau pilek.

"Untuk fasilitas kesehatan milik Pemkab Mura tentu sudah siap semuanya, apalagi ada layanan 24 jam untuk UGD. Total di Mura ada 19 unit puskesmas (12 rawat inap dan 7 non-rawat inap) serta 3 RS umum. Jadi kalau sudah ada gejala kurang sehat, segera kunjungi faskes terdekat," tukasnya.



Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"

(rep/rep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork