Karhutla 3 Hektare di Kebun Sawit-Karet Padam, Satgas Duga Dibakar Berulang

Jambi

Karhutla 3 Hektare di Kebun Sawit-Karet Padam, Satgas Duga Dibakar Berulang

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 05:30 WIB
Satgas Karhutla saat padamkan lahan terbakar.
Satgas karhutla saat padamkan lahan terbakar. (Foto: Istimewa)
Batanghari -

Lahan perkebunan sawit dan karet milik warga di Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

"Lahan yang terbakar berada di area kebun sawit dan karet milik warga. Untuk luasan yang sudah kita padamkan sementara sekitar 3 hektare," ujar Kepala Daops Manggala Agni Sumatera X/Muara Bulian Jambi Totok Hernawan kepada detikSumbagsel, Kamis (17/9/2026).

Kebakaran tersebut sempat dipadamkan tim melalui jalur darat, namun api kembali muncul. Dia menduga ada pihak yang kembali membakar lahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, kebanyakan kebakaran di lahan mineral bisa dituntaskan dalam satu hari. Tetapi info yang kita peroleh, kalau pagi kita lakukan pemadaman sampai sore dan sudah padam total, besoknya hidup lagi. Sepertinya ada tangan jahil yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja membakar lahan itu," katanya.

Menurut Totok, kondisi tersebut membuat proses penanganan di lokasi berlangsung hingga empat hari. Petugas tidak hanya menghadapi kondisi lahan dan sumber air yang sulit, tetapi juga angin kencang yang membuat api mudah menjalar.

ADVERTISEMENT

"Empat hari itu bukan karena kendala sumber air dan angin saja. Soalnya lahan itu kalau sudah padam satu hari, besok terbakar lagi. Seperti tadi, ada yang sengaja membakarnya," terangnya.

Pemadaman dilakukan tim gabungan Satgas Darat Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, serta personel TNI-Polri. Tim dikerahkan untuk memastikan api dan bara di lokasi benar-benar tidak lagi menyala.

"Jadi, tim benar-benar memastikan sebelum pulang, api sudah benar-benar padam dan tidak lagi terbakar. Setelah empat hari proses pemadaman, sekarang semua tim sudah balik kanan," jelasnya.

Meski tim telah meninggalkan lokasi usai memastikan api padam, Totok menyebut luasan lahan yang terbakar belum dapat dihitung secara keseluruhan. Petugas sebelumnya baru mencatat sekitar 3 hektare lahan telah ditangani.

"Untuk sementara total keseluruhan lahan yang sudah kita padamkan sekitar 3 hektare. Tetapi untuk lahan yang sekarang masih terbakar belum kita hitung lagi, karena masih dalam proses pemadaman dan belum bisa diukur luasannya," sebutnya.

Totok menjelaskan proses pemadaman tidak berhenti ketika api yang terlihat sudah berhasil dipadamkan. Petugas juga harus melakukan pendinginan dan pengecekan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal.

"Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat. Setelah padam, pendinginan dan pengecekan juga harus dilakukan supaya tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran," katanya.

Diketahui, kebakaran di Sungai Pulai terjadi di tengah tingginya karhutla di Provinsi Jambi. Berdasarkan data Posko Induk Satgas Karhutla Provinsi Jambi hingga 14 September 2026, total luas lahan terbakar mencapai 2.998,02 hektare. Terdiri dari lahan mineral 2.289,27 hektare dan gambut 708,75 hektare.

Kabupaten Batanghari menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 773,25 hektare. Disusul Muaro Jambi 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 488,75 hektare, Tebo 312,46 hektare, Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare, Bungo 69,40 hektare, dan Merangin 17,30 hektare.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads