Cara Membedakan Beras Fortifikasi Asli dan Palsu, Ini Ciri-cirinya!

Cara Membedakan Beras Fortifikasi Asli dan Palsu, Ini Ciri-cirinya!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 06:00 WIB
Beras fortifikasi
Ilustrasi beras fortifikasi. (Foto: Getty Images/zoranm)
Palembang -

Setelah pemerintah menindaktegas dan mengumumkan merek beras fortifikasi yang overclaim, banyak masyarakat mencari tahu cara membedakan antara produk yang asli dan palsu. Sudahkah detikers mengetahuinya?

Bila belum atau masih asing dengan beras fortifikasi, detikers bisa menyimak rangkuman di bawah ini untuk memahami ciri-cirinya agar tidak tertipu dengan beras fortifikasi mahal tetapi tidak mengandung gizi yang disebutkan.

Mengenal Fortifikasi

Menurut World Health Organization (WHO), fortifikasi termasuk salah satu strategi paling efektif dan hemat biaya untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro di masyarakat, seperti zat besi, yodium, vitamin A, dan asam folat masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zat gizi yang ditambahkan pada beras berupa zat besi, Selenium, Seng, vitamin B1, B3, B6, B9, B12, dan vitamin E, sebagaimana rekomendasi dari WHO. Adanya penambahan zat gizi tersebut, harga besar fortifikasi relatif cukup tinggi.

Padahal, salah satu syarat penting dari fortifikasi pangan adalah tidak boleh terjadi perbedaan harga yang mencolok antara beras biasa dan beras fortifikasi. Selain itu, dugaan beras fortifikasi yang tidak sesuai klaim menjadi masalah yang sedang diselesaikan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Proses Fortifikasi Beras

Dilansir YouTube Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau BAPPENAS, fortifikasi beras menjadi cara efektif untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ketentuan fortifikasi beras tercantum dengan jelas pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 9372 Tahun 2025.

Sebelum fortifikasi beras lebih dulu melewati proses pemilihan, pemutihan, dan pemolesan untuk memastikan kebersihan dan kelayakannya sesuai standar Kementerian Pertanian dan kelayakan SNI.

Perbandingan beras fortifikasi beras dengan regular adalah 1:100 atau 1% dari satu kilogram beras yang dicampur dengan mesin dosing. Hasilnya beras terasa dan tampak sama tetapi lebih bergizi. Dengan fortifikasi beras, setiap piring nasi menjadi sarana perbaikan gizi yang merata dan berkelanjutan.

Fortifikasi beras dirancang untuk mengatasi kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, Seng, asam folat, vitamin B1 dan B2 yang masih ditemukan di masyarakat. Kekurangan gizi ini menyebabkan anemia, daya tahan tubuh rendah, gangguan tumbuh kembang, dan risiko stunting.

Cara Membedakan Beras Fortifikasi atau Bukan

Cara yang paling akurat untuk mengetahui kadar gizi beras fortifikasi sesuai standar atau tidak yakni dengan melakukan pengujian di laboratorium. Selain itu, bisa juga mengecek daftar merek beras fortifikasi yang diduga bermasalah.

Sebagaimana diketahui, dari 27 merek beras fortifikasi yang beredar, terdapat 25 merek yang diduga overclaim atau tidak sesuai dengan klaim yang tertera pada label. Adapun panduan untuk membedakan beras fortifikasi asli dan palsu sebagai berikut:

1. Periksa Label Kemasan

Pastikan kemasan secara jelas mencantumkan informasi bahwa produk merupakan beras fortifikasi.

2. Cek Kandungan Gizi

Beras fortifikasi asli standar SNI wajib mencantumkan takaran vitamin dan mineral mikronutrien seperti vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.

3. Cek Warna Beras

Fortifikasi dilakukan dengan mencampurkan fortified rice kernel (FRK) butiran beras khusus yang mengandung zat besi, Seng, asam folat, serta vitamin B1 dan B2 ke beras reguler.

FRK memiliki warna yang lebih gelap atau kekuningan dibandingkan beras reguler. Oleh karena itu, dipastikan beras ini jangan terbuang saat proses pencucian.

4. Cek Izin Edar Resmi

Selain melalui produk berasnya langsung, pengecekan bisa dilakukan dengan mencari tahu izin edarnya. Pastikan produk yang dibeli berasal dar produsen terpercaya dan memiliki izin edar PSAT yang sah dan tidak tergolong dalam daftar merek yang ditarik pemerintah.

5. Jangan Terkecoh dengan Tampilan Fisik

Tampilan beras yang terlalu putih, bersih, atau mengkilap tidka bisa dijadikan penentu keaslian kandungan nutrisi fortifikasinya. Dengan begitu, cek warna berasnya.

Daftar Besar Fortifikasi yang Bermasalah

Mentan amran menunjukkan sejumlah merek beras fortifikasi yang masuk dalam pemeriksaan. Adapun 25 merek yang diduga bermasalah yakni:

1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabet

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Timnya CR7 Dihajar 4-0 oleh AL Ain di AFC Champions League"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads