Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi mengalami peningkatan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam sepekan terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi mencatat sebanyak 1.955 kasus ISPA.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi Rini Kartika mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Saat itu, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.757 kasus.
"Sepekan terakhir terdapat 1.955 kasus ISPA. Pada pekan sebelumnya ada 1.757 kasus," katanya, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan angka tersebut, terdapat penambahan hampir 200 kasus dalam kurun waktu satu pekan. Dinkes menyebut kenaikan kasus mencapai sekitar 15 persen.
"Ada penambahan hampir 200 kasus. Naiknya sekitar 15 persen," ujarnya.
Peningkatan kasus ISPA itu menjadi perhatian Dinkes seiring kondisi kabut asap dan memburuknya kualitas udara di Kota Jambi.
Rini mengatakan dinkes sebelumnya melakukan pemantauan kasus ISPA secara mingguan. Namun, di tengah kondisi kabut asap saat ini, pemantauan mulai diperketat.
"Biasanya pemantauan dilakukan secara mingguan. Sekarang mulai kita pantau setiap hari," ujarnya.
Pemantauan harian dilakukan untuk melihat perkembangan kasus ISPA di tengah kondisi kualitas udara yang belum membaik. Dinkes juga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan.
Rini mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.
"Kurangi aktivitas di luar ruangan," katanya.
Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, warga diminta menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan polusi udara.
"Kalau harus keluar rumah, gunakan masker," ujarnya.
Dinkes juga meminta masyarakat tidak mengabaikan keluhan pada saluran pernapasan selama kabut asap terjadi. Warga yang mengalami keluhan disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
"Kalau mengalami keluhan pada saluran pernapasan, segera periksa ke fasilitas kesehatan," ujarnya.
