Penanganan Karhutla Jalur Udara Tak Maksimal, BNPB Optimalkan Satgas Darat

Sumatera Selatan

Penanganan Karhutla Jalur Udara Tak Maksimal, BNPB Optimalkan Satgas Darat

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 16 Sep 2026 02:01 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas akan difokuskan pada penanganan darat. Lahan gambut yang terbakar tidak mudah diatasi dengan penyiraman melalui helikopter water bombing.

"Situasi karhutla saat ini di 6 provinsi prioritas karhutla di lahan gambut, bergeser dengan menitikberatkan pada operasi pemadaman oleh satgas darat. Kenapa demikian? Karena operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendatangkan hujan akhir-akhir ini sulit karena pertumbuhan awan hujan tidak banyak," ujarnya.

"Kemudian juga operasi udara oleh helikopter water bombing, meskipun sudah 58 helikopter yang dikerahkan di seluruh Indonesia, hasilnya juga tidak maksimal. Karena yang dapat dipadamkan helikopter WB sangat terbatas. Berarti memang tumpuan utamanya adalah operasi darat oleh satgas darat," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, pemadaman karhutla di wilayah Sumsel oleh satgas darat mendapatkan hasil yang signifikan pada Senin (14/9) lalu. Satgas darat disebutnya mampu memadamkan hampir 280 hektare dalam sehari.

"Pemadaman hari kemarin oleh satgas darat Sumsel mendapatkan hasil luar biasa. Hampir 280 hektare lahan terbakar bisa dipadamkan dalam satu hari. Kami terus memberikan semangat, apresiasi, memecahkan kendala di lapangan, dan berterima kasih kepada satgas darat," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Suharyanto menilai, penanganan karhutla yang dilakukan satgas darat Sumsel bisa ditiru provinsi lain.

"Setelah dapat 280 hektare ini saya minta jangan kendor, terus maju sampai dengan nanti hujan alami turun di awal November. Sebelum turun hujan, kita harus kerja terus, 1,5 bulan lagi," jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, upaya pemadaman melalui jalur darat hingga nanti memasuki musim hujan bisa dengan menambah personel. Penambahan personel ini untuk memperkuat pemadaman agar lebih cepat dipadamkan.

"Tadi sudah disepakati, masing-masing kabupaten/kota, provinsi, kalau kekurangan personel nanti bisa segera ditambah. Ada pola dari Pak Menhut, 1 regu berisikan 15 orang yang dilengkapi dengan peralatan memadai untuk bisa memadamkan api secara maksimal. Setelah ini, kabupaten/kota, para dandim, kapolres, saya minta segera bentuk regu itu dan peralatan nanti akan kami dukung," imbuhnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads