Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, akan terjadi hingga awal November. Pada saat itu, hujan diprediksi sudah turun dan karhutla di Sumsel bakal teratasi.
Dia juga mewanti-wanti masyarakat dan korporasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meski diklaim kondisi titik api terkini mengalami penurunan.
"Angkanya kita bisa lihat, titik apinya (di Sumsel) semakin menurun. Namun, laporan dari BMKG bahwa karhutla ini akan masih bersama kita, El Nino maksud saya, masih akan bersama kita sampai akhir Oktober atau awal November, djmana hujan alami baru akan tiba," ujar Raja Juli usai Rakor Teknis Penanggulangan Karhutla di Sumsel, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja melakukan penanganan karhutla. Penanganan yang dilakukan dilakukan secara kolaboratif dan sinergis untuk melindungi masyarakat.
"Yakinlah, pemerintah terus bekerja, dengan sungguh-sungguh, dengan kolaboratif, dan sinergis untuk melindungi masyarakat dari karhutla," katanya.
Raja Juli juga meminta seluruh pihak disiplin dalam membuka lahan. Cara-cara lama seperti membakar lahan untuk land clearing agar tidak dipakai lagi.
"Kita butuh kedisiplinan, untuk tidak membuka lahan dan kebun dengan cara membakar. Sampaikan kepada petani, masyarakat desa, dan korporasi. Korporasi yang masih nakal, menggunakan cara-cara lama, cara-cara yang dianggap murah untuk land clearing, tapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan masyarakat," katanya.
"Kami optimis, seluruh jajaran insyaallah kita akan bisa menjaga angka karhutla terus menurun dan pada waktunya akan nol," tukasnya.
