Cerita Sopir Truk Antre Solar di Bandar Lampung: 2 Hari 2 Malam

Lampung

Cerita Sopir Truk Antre Solar di Bandar Lampung: 2 Hari 2 Malam

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 15 Sep 2026 16:20 WIB
Antrean solar truk di Lampung
Antrean solar truk di Lampung (Foto : Tommy Saputra)
Lampung -

Puluhan truk mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi di beberapa SPBU di Bandar Lampung. Antrean panjang membuat sejumlah sopir harus menunggu berjam-jam, bahkan ada yang mengaku sampai menginap di dalam kabin truk.

Pantauan detikSumbagsel pada Selasa (15/9/2026), antrean truk terlihat di SPBU 24.351.30 di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Kendaraan angkutan barang tampak mengular menunggu giliran mengisi solar.

Salah satu sopir truk, Roni, mengaku telah menghabiskan waktu sekitar empat jam untuk mengantre. Dia berharap stok solar masih tersedia ketika tiba gilirannya mengisi BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya hari ini udah empat jam-an antre di sini, mudah-mudahan enggak habis solarnya," katanya.

Menurut Roni, jika solar habis sebelum dirinya mendapat giliran, dia terpaksa menunggu sampai pasokan kembali tersedia.

ADVERTISEMENT

"Kalau habis ya kemungkinan bisa nunggu sampai besok sih," ujarnya.

Roni mengatakan dirinya tidak memiliki banyak pilihan karena solar menjadi kebutuhan utama agar truk bisa kembali berjalan membawa muatan.

"Mau enggak mau sebenarnya, tapi memang kita kan harus nunggu," katanya.

Dia juga menyebut adanya perbedaan mekanisme pembelian solar bersubsidi antara Lampung dan Jakarta. Menurutnya, pembelian di Lampung untuk kendaraan yang digunakannya telah dibatasi hingga Rp 1,2 juta.

"Untungnya di Lampung ini udah dibatesin Rp 1.200.000 per mobil. Kalau di Jakarta kan memang enggak dibatesin, tapi pakai barcode gitu," jelasnya.

Sopir lainnya, Ijal, mengaku waktu tunggu mendapatkan solar bisa jauh lebih lama. Dia menyebut antrean di sejumlah SPBU bahkan dapat berlangsung selama beberapa hari.

"Solar ngantri dua sampai empat hari," kata Supri.

Saat ditemui, Ijal mengaku telah berada di SPBU tersebut selama dua hari dua malam untuk menunggu giliran mengisi solar.

"Ini aja saya udah dua hari dua malam di sini," ujarnya.

Dia mengatakan pernah mengalami antrean lebih panjang di kawasan Kota Baru. Saat itu, dia mengaku harus menunggu hingga empat hari empat malam dan belum tentu mendapatkan solar.

"Saya paling lama di Kota Baru, bisa empat hari empat malam. Kadang dapat, kadang enggak," katanya.

Lamanya waktu antre membuat sopir memilih beristirahat di dalam kabin truk sambil menunggu giliran pengisian BBM.

"Sampai nginap di mobil," ungkap Supri.

Setelah mendapatkan solar, Supri masih harus melanjutkan perjalanan membawa muatan. Dia menyebut tujuan berikutnya adalah Padang untuk melakukan bongkar muatan.

"Ini saya habis ngisi langsung bongkaran ke Padang," tandasnya.

Terkait dengan antrean panjang tersebut, beberapa pihak SPBU enggan memberikan komentar.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads