Gunung AnakKrakatau (GAK) Jumat (11/9/2026) siang ini tidak mengalami aktivitas erupsi. Namun aktivitas kegempaan masih terjadi. Hanya terlihat sedikit kepulan asap warna putih yang keluar dari kawah GAK dan kabut.
Dari pantauan diterima dari tim SAR Lampung yang tengah melakukan pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda, GAK tampak dalam kondisi tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan Suwarno mengatakan berdasarkan hasil pengamatan, tidak terlihat adanya erupsi maupun kolom abu dari GAK.
"Untuk kondisi visual saat ini gunung tertutup kabut. Asap kawah juga tidak teramati. Aktivitas erupsi tidak terlihat," kata Suwarno.
Dia mengatakan kondisi cuaca di sekitar gunung saat ini berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut.
"Cuaca berawan sampai mendung, angin lemah ke arah utara dan barat laut. Suhu sekitar 26,3 sampai 26,7 derajat Celsius dengan kelembapan 80-82 persen," ujarnya.
Meski tidak teramati erupsi secara visual, aktivitas kegempaan GAK masih berlangsung. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 20 kali gempa dengan jenis yang beragam.
Rinciannya yakni 7 kali gempa low frequency, 4 kali gempa hybrid/fase banyak, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 4 kali gempa vulkanik dalam, serta 1 kali tremor menerus.
Suwarno mengatakan aktivitas kegempaan tersebut masih menjadi bagian dari pemantauan kondisi GAK.
"Gempa masih tercatat dan tetap kami pantau. Untuk kondisi visual gunung saat ini tidak teramati adanya erupsi," jelasnya.
Pemantauan terhadap GAK terus dilakukan mengingat aktivitas gunung api tersebut masih berfluktuasi. Masyarakat juga diimbau tetap mengikuti rekomendasi dan informasi resmi dari pihak berwenang.
