Penjualan Masker di Bengkulu Melonjak Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bengkulu

Penjualan Masker di Bengkulu Melonjak Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Hery Supandi - detikSumbagsel
Kamis, 10 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi masker
Ilustrasi masker (Foto: Getty Images/Patrick Daxenbichler)
Bengkulu -

Penjualan masker di Bengkulu melonjak drastis imbas dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), di Lampung Selatan, Lampung. Salah satunya terjadi di apotek yang di depan RSUD Dr M Yunus, Kota Bengkulu.

Pimpinan Apotek Paten Parma 2, M Ravi mengatakan sebelum erupsi terjadi, rata-rata masker yang terjual hanya sekitar dua boks per hari. Namun, kini permintaan meningkat berkali-kali lipat.

"Kalau sebelumnya paling sekitar dua boks per hari, saat ini permintaan terus meningkat, bisa mencapai 20 sampai 30 boks lebih dalam sehari," kata Ravi, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, peningkatan permintaan terjadi seiring kekhawatiran masyarakat terhadap abu vulkanik yang diduga mencapai sejumlah wilayah di Bengkulu. Imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah juga turut mendorong penjualan.

"Sejak malam hari terus mengalami peningkatan. Ini dampak dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, ditambah adanya anjuran pemerintah agar masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski permintaan meningkat, Ravi memastikan harga masker di apoteknya masih relatif stabil. Harga berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per boks, tergantung jenis dan produk masker yang dibeli.

"Untuk harga tergantung barang yang kami dapatkan. Selama harga dari pemasok masih stabil, harga yang kami jual juga tetap sama," jelasnya.

Mengantisipasi lonjakan permintaan yang berlanjut, pihak apotek juga mulai memperkuat persediaan masker. Stok disiapkan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

"Kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan stok tambahan, karena permintaan masih cukup tinggi," katanya.

Lonjakan pembelian masker juga terlihat dari masyarakat yang sengaja membeli perlengkapan pelindung untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

Salah seorang pembeli bernama Siti Fatimah mengaku membeli masker setelah mengikuti imbauan pemerintah. Kekhawatiran terhadap abu vulkanik menjadi alasan dirinya lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah.

"Saya memang sengaja membeli masker karena mengikuti anjuran pemerintah. Apalagi sekarang sedang waspada dengan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads