Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali dirasakan warga di sejumlah wilayah Bandar Lampung, Rabu (9/9/2026). Debu terlihat kembali menempel di teras dan halaman rumah setelah sehari sebelumnya mulai berkurang.
Kondisi tersebut membuat warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah. Mereka yang tetap beraktivitas di luar menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi diri dari paparan abu.
Dendi Handoko, warga Sumberrejo, Bandar Lampung, mengatakan abu mulai kembali terasa sejak Rabu pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debunya hari ini tebal lagi. Kemarin sudah mulai menipis," kata Dendi, Rabu (9/9/2026).
Dendi mengatakan debu kembali mengotori bagian luar rumah. Dia harus membersihkan teras dan halaman menggunakan air.
"Di rumah kembali banyak debu. Tadi saya siram-siram, kemudian ngepel," ujarnya.
Menurut Dendi, warga kembali mengurangi aktivitas di luar rumah karena kondisi tersebut. Dia juga merasa terbantu karena kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring.
"Untung sekolah masih online, jadi anak-anak tidak perlu keluar rumah. Kalau kondisinya seperti ini memang lebih nyaman di rumah," katanya.
Warga lainnya, Saiman, mengatakan abu sudah terlihat sejak pagi. Debu terasa ketika dirinya menginjak teras rumah.
"Bangun tidur tadi debunya sudah terasa. Begitu keluar dan menginjak teras, kelihatan banyak," ujar Saiman.
Saiman juga menyebut angin cukup kencang pada Selasa malam. Dia menduga kondisi angin turut membawa abu ke wilayah permukiman.
"Semalam anginnya lumayan kencang. Sekarang kalau tidak ada keperluan penting, kami memilih tidak pergi jauh," tuturnya.
Saiman mengatakan penggunaan masker dan kacamata diperlukan saat berada di luar rumah. Dia juga mengaku mendapat laporan ada warga yang mengalami mata pedih setelah berada di luar.
"Kalau keluar harus pakai masker dan kacamata. Ada tetangga yang matanya terasa pedih," katanya.
Untuk diketahui, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali meningkat setelah sempat mereda pada Senin (7/9/2026), erupsi tercatat telah terjadi sejak Selasa (8/9/2026).
