Pemerintah Kabupaten Merangin memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah 432 hotspot terpantau di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 31,3 hektare.
Bupati Merangin M Syukur meminta seluruh unsur pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Tim penanganan karhutla juga diminta siap bergerak selama 24 jam untuk mencegah api meluas.
"Jangan biarkan satu hektare pun hutan dan lahan kita hangus terbakar," kata Syukur Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syukur menegaskan pembukaan lahan dengan cara membakar tidak boleh dilakukan. Larangan tersebut berlaku untuk aktivitas pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.
"Pembakaran lahan adalah perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan banyak pihak," ujarnya.
Menurut Syukur, pencegahan menjadi kunci agar jumlah kebakaran tidak kembali meningkat. Camat, kepala desa dan lurah diminta aktif memantau wilayah masing-masing dan segera melaporkan jika menemukan asap maupun titik api.
"Semua harus waspada dan cepat melaporkan setiap potensi kebakaran," katanya.
Selain pengawasan, Pemkab Merangin memastikan personel dan sarana pemadam dalam kondisi siap digunakan. Tim tanggap darurat diminta memperkuat patroli di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
"Personel, peralatan dan sumber air harus dipastikan siap. Jangan menunggu api membesar baru bergerak," tegas Syukur.
Penanganan karhutla juga akan diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat. Pemkab meminta warga meninggalkan cara lama membuka lahan dengan membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
Syukur mengatakan penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat diminta ikut mencegah dan melaporkan setiap indikasi kebakaran sejak dini.
"Penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah. Semua elemen masyarakat harus ikut bertanggung jawab," ujarnya.
Apel siaga tersebut diikuti Tim Damkar, BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, camat dan lurah. Sinergi lintas sektor diperkuat untuk menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
"Kita harus bergerak sekarang. Waspada, cegah dan padami setiap potensi karhutla," pungkas Syukur.
