Siswa SMA-SMK di 4 Daerah Jambi Kembali Daring Dampak Asap Karhutla

Jambi

Siswa SMA-SMK di 4 Daerah Jambi Kembali Daring Dampak Asap Karhutla

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 08 Sep 2026 07:31 WIB
Foto udara permukiman warga di Muara Sabak Timur yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (27/8/2024). Sebagian wilayah di kabupaten itu mulai terdampak kabut asap akibat karhutla yang terjadi di daerah itu sejak tiga hari terakhir yang mengakibatkan terbatasnya jarak pandang dan buruknya kualitas udara sehingga mengganggu kesehatan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.
Foto: Ilustrasi kabut asap (ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)
Jambi -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas pendidikan di Provinsi Jambi. Ini kali ketiga nya siswa SMA dan SMK di Jambi kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran kualitas udara tidak sehat.

"Pembelajaran daring berlaku 7-9 September 2026 di Kota Jambi, keselamatan siswa dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Saat ini ada 4 daerah yang melaksanakan sekolah daring atau PJJ untuk tingkat SMA-SMK dan SLB. Keempat daerah itu yakni Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umar mengatakan pembelajaran daring diterapkan di wilayah yang kondisi kualitas udaranya masih tidak sehat. Keputusan itu diambil setelah Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan MKKS se-Provinsi Jambi serta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.

Dari hasil pemantauan, kualitas udara masih bergerak naik-turun dan sewaktu-waktu dapat masuk kategori yang lebih berbahaya.

ADVERTISEMENT

"Data ISPU masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada waktu tertentu masuk kategori tidak sehat, bahkan bisa menjadi sangat tidak sehat hingga berbahaya. Kita tentu harus mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan, termasuk potensi peningkatan kasus ISPA," ujarnya.

Belajar dari Rumah 3 Hari

Selama pembelajaran daring, sekolah tetap diwajibkan menjalankan kegiatan belajar sesuai kurikulum. Kepala sekolah diminta memastikan guru tetap memberikan materi dan tugas kepada siswa secara efektif.

"Pembelajaran tidak dihentikan. Hanya metode pembelajarannya yang kita sesuaikan dengan kondisi udara. Kepala sekolah harus memastikan pembelajaran daring tetap berjalan efektif dan mengacu pada kurikulum," sebut Umar.

Pengawas sekolah juga diminta melakukan pembinaan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu capaian pembelajaran siswa.

Sementara itu, Umar menyebutkan saat ini ada 7 daerah di Jambi yang masih melaksanakan sekolah tatap muka. Daerah tersebut yakni Kerinci, Kota Sungai Penuh, Merangin, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Bungo dan Tebo.

Meski demikian, sekolah di daerah tersebut tidak boleh mengabaikan kondisi udara. Aktivitas belajar harus dilakukan di dalam ruangan dan seluruh siswa, guru serta tenaga kependidikan diwajibkan memakai masker.

"Untuk daerah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah harus menyesuaikan jam pembelajaran dengan kondisi ISPU di wilayah masing-masing. Yang terpenting, seluruh warga sekolah tetap menggunakan masker dan kegiatan belajar dilakukan di dalam ruangan," jelasnya.

"Kita akan terus melihat perkembangan ISPU. Kalau kualitas udara sudah membaik dan aman untuk aktivitas di sekolah, tentu pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan," lanjut Umar

Dia berharap penanganan karhutla di seluruh wilayah Jambi segera membuahkan hasil sehingga kabut asap tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga.

"Kita berharap bencana karhutla di Provinsi Jambi segera berakhir sehingga kualitas udara kembali baik dan anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman," pungkas Umar.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads