Asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan udara tampak semakin pekat.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, sempat masuk kategori berbahaya. Bahkan, angkanya sempat mencapai angka tertinggi
"Data menunjukkan konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 414,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 03.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi berbahaya itu tercatat terjadi dalam satu jam. Sebab, pada pukul 04.00 WIB, kondisi udara turun menjadi 199,2 µg/m³. Sejam kemudian menjadi 158,5 µg/m³, lalu 179,2 µg/m³, hingga naik menjadi 220,4 µg/m³.
"Hingga pukul 07.00 WIB levelnya merah atau kategori sangat tidak sehat," katanya.
Kondisi asap yang semakin tebal juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah kawasan Palembang menjadi terbatas. Kabut asap terlihat menyelimuti ruas jalan sejak dini hari. Meski begitu, jarak pandang masih aman.
Tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi asap semakin pekat. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikulat juga disarankan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah," ungkapnya.
