Atasi Kekeringan dan Karhutla, Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca

Lampung

Atasi Kekeringan dan Karhutla, Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 27 Agu 2026 05:00 WIB
Pemprov Lampung mulai menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Foto: Pemprov Lampung mulai menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. (Tommy Saputra)
Lampung -

Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Satu unit pesawat dikerahkan untuk menjalankan penyemaian awan.

OMC mulai dilaksanakan hari ini, Rabu (26/8/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Agustus dengan posko operasi berada di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan.

Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan pelaksanaan OMC bergantung pada kondisi awan. Pesawat akan diterbangkan ketika hasil pemantauan menunjukkan terdapat awan yang memungkinkan untuk disemai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada pertumbuhan awan itu langsung kita semai. Kita melihat berdasarkan data yang disajikan oleh BMKG hari ini, ada pertumbuhan awan di beberapa wilayah," katanya, Rabu (26/8/2026).

Rudy mengatakan tidak ada target jumlah penerbangan yang ditetapkan setiap harinya. Pesawat dapat terbang hingga lima kali jika kondisi mendukung.

ADVERTISEMENT

"Kalau bisa lima kali terbang, kalau hanya bisa dua, ya dua," ujarnya.

Dia menjelaskan penyemaian awan dilakukan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan air. OMC diharapkan dapat membantu meningkatkan debit air untuk kebutuhan pertanian sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kalau ada pertumbuhan awan di situ kita melakukan OMC untuk meningkatkan debit air. Karena air sangat dibutuhkan untuk pertanian, dan bisa juga untuk water bombing," jelasnya.

Menurut Rudy, sejumlah wilayah di Lampung mulai mengalami dampak kekeringan. Kondisi tersebut turut terlihat dari berkurangnya debit air di sejumlah bendungan.

Meski demikian, hujan tidak selalu turun dalam waktu singkat setelah awan disemai. Lama waktu turunnya hujan bergantung pada kondisi awan, termasuk ketebalannya.

"Kadang-kadang memang bila perlu waktu lama hujan akan turun, tapi dilihat ketebalan awannya. Dengan sendirinya akan lebih cepat untuk turunnya hujan. Ini kita upayakan untuk turun dulu," katanya.

OMC menjadi salah satu langkah Pemprov Lampung menghadapi ancaman kekeringan. Selain untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanian, tambahan hujan juga diharapkan membantu kebutuhan air dalam penanganan karhutla.

Pemprov Lampung masih akan memantau kebutuhan OMC hingga operasi berakhir pada 30 Agustus. Jika kondisi belum memungkinkan untuk dihentikan, Pemprov Lampung akan mengajukan perpanjangan kepada BNPB.

"Jika memang dibutuhkan kembali, kita akan bersurat kepada BNPB untuk meneruskan operasi modifikasi cuaca," pungkas Rudy.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads