Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Jambi. BMKG menyebut asap yang masuk ke Kota Jambi dan Jambi bagian timur sebagian merupakan kiriman dari Sumatera Selatan (Sumsel) dan Lampung, meski karhutla di wilayah Jambi sendiri masih terjadi.
"Kalau berdasarkan citra satelit, memang sebaran asap itu tidak murni dari Provinsi Jambi. Akan tetapi provinsi tetangga juga mendistribusi asap ke wilayah kita seperti di Sumsel dan Lampung," kata Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Randy menjelaskan pola angin saat ini turut membawa asap dari wilayah Sumsel masuk ke Jambi. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan, sehingga asap bergerak mengikuti arah angin menuju barat laut hingga utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini asap yang terdapat di Kota Jambi dan Jambi bagian timur memang kita mendapat distribusi asap dari Sumatera Selatan," ujarnya.
Di sisi lain, asap dari karhutla di Jambi juga ikut terbawa keluar wilayah. Berdasarkan pergerakan angin tersebut, asap dari Jambi bergerak ke arah barat laut hingga utara dan turut terdistribusi ke wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
"Sehingga wilayah Pekanbaru dan sekitarnya juga terdistribusi kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Provinsi Jambi," jelasnya.
Meski ada distribusi asap dari provinsi tetangga, karhutla di Jambi memang masih terjadi. BPBD Provinsi Jambi mencatat total luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.
Muaro Jambi menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 264,78 hektare. Kemudian Sarolangun 143,61 hektare, Batang Hari 95,35 hektare.
Lalu Tanjung Jabung Barat 58,1 hektare, Tebo 39,26 hektare, Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,3 hektare.
Kabut asap tersebut juga mulai berdampak terhadap kualitas udara. Berdasarkan pemantauan, ISPU Kota Jambi pada pukul 11.00 WIB tercatat 89 atau kategori sedang. Sementara parameter PM2,5 di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 168 atau masuk kategori tidak sehat.
Kualitas udara di Kota Sungai Penuh juga dilaporkan memburuk. Masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
"Dengan kondisi angin yang masih membawa asap lintas wilayah, BMKG terus memantau pergerakan asap melalui citra satelit. Sebaran asap di Jambi saat ini tidak hanya berasal dari karhutla lokal di Jambi saja," ujarnya.
