Kabut Asap Selimuti Langit Muaro Jambi, Kualitas Udara Tidak Sehat

Jambi

Kabut Asap Selimuti Langit Muaro Jambi, Kualitas Udara Tidak Sehat

Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Minggu, 23 Agu 2026 19:30 WIB
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno Ikut Padamkan Api Karhutla
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno Ikut Padamkan Api Karhutla (Foto: Istimewa)
Muaro Jambi -

Kabut asap dampak Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti langit Kabupaten Muaro Jambi,. Kondisi ini sejalan dengan kualitas udara yang tercatat masuk kategori tidak sehat, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 108.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada pukul 08.00 WIB, ISPU di Stasiun KLH Kabupaten Muaro Jambi berada di angka 108. Parameter pencemar kritis yang terukur adalah PM2.5.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga kondisi udara di Muaro Jambi mulai menjadi perhatian di tengah kabut asap yang muncul akibat aktivitas karhutla di sejumlah wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara melalui data ISPU.

"Kita pantau ISPU terus. Kemarin 137, hari ini 108. Tapi hari ini memang lebih parah dari kemarin," kata BBS kepada detikSumbagsel, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut BBS, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan kabut asap dan kondisi karhutla.

Pemantauan ISPU dilakukan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara di wilayah Muaro Jambi. Pemerintah daerah juga terus melihat kondisi di lapangan, terutama wilayah yang berdekatan dengan titik-titik rawan karhutla.

Kabut asap ini terjadi saat musim kemarau masih berlangsung dan sejumlah wilayah Jambi masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi angin juga dapat membawa asap dari wilayah sumber kebakaran ke daerah lainnya.

Berdasarkan data terbaru, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare. Muaro Jambi menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 264,78 hektare.

Kondisi tersebut membuat Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan karhutla dan dampak asap. Pemerintah daerah diminta terus memperkuat pemantauan agar kondisi kualitas udara tidak semakin memburuk.

BBS menegaskan pihaknya akan terus mengikuti perkembangan ISPU dan kondisi karhutla di wilayahnya.

"Kita tentu berharap kondisi udara segera membaik dan karhutla bisa segera ditangani," harap BBS.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads