Asap sisa kebakaran dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Palembang. Selain menimbulkan bau menyengat, asap juga terlihat secara visual hingga mengganggu aktivitas warga.
Candra warga Sematang Borang mengaku asap terlihat di lingkungan sekitar rumahnya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga meninggalkan serpihan bekas sisa kebakaran.
"Tak hanya bau, asap juga terlihat secara visual di sekitar rumah. Serpihan bekas sisa kebakaran juga terlihat di teras rumah," katanya, kepada detikSumbagsel, (Sabtu 22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah dua anak ini menyebut asap pada pagi hari cukup tebal. Hal itu terlihat ketika dirinya mengantar anaknya sekolah.
"Pagi tadi lebih parah asapnya saat saya antar anak sekolah. Selain bau asap, jarak pandang juga terbatas. Meski tidak setebal di Kalimantan seperti yang terlihat di berita-berita, tapi asap di Palembang sudah membahayakan," katanya.
Dia berharap pemerintah memberi perhatian khusus terhadap asap karhutla ini. Selain meminta penanganan karhutla lebih baik, pemerintah dimintanya ikut memikirkan kesehatan masyarakat, khususnya anak yang bersekolah.
"Kalau kondisi asap tebal seperti pagi tadi, kasihan anak-anak yang sekolah. Mungkin pemerintah sebaiknya meliburkan sekolah untuk sementara ini," tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Wawan, seorang pengendara motor. Ia mengaku merasakan dampak asap saat berkendara.
Dia mengatakan matanya terasa perih ketika melintas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Hal itu tak seperti biasanya, ketika tidak ada asap.
"Mata terasa perih ketika berkendara berbeda dengan kemarin-kemarin," ujarnya.
Dia berharap kondisi asap tersebut segera ditangani agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara di sekitar permukiman.
Sementara itu, berdasarkam data pemantauan Stasiun PM 2.5 di Musi 2 Palembang milik BMKG, kualitas udara yang terpantau hingga pukul 09.00 WIB dalam kategori tidak sehat. Bahkan, kondisinya sempat sangat tidak sehat pada dini hari.
"Hingga pukul 09.00 WIB kondisi kualitas udara di Palembang tidak sehat, bahkan sempat sangat tidak sehat atau merah pada dini hari," katanya.
