Sebanyak 121 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 54 titik.
Data tersebut berdasarkan pemantauan BMKG menggunakan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 pada 12 Agustus 2026 pukul 00.23 WIB.
Dari 121 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 54 titik berada di Tulang Bawang. Selanjutnya, Way Kanan tercatat memiliki 19 titik dan Mesuji sebanyak 12 titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotspot juga terdeteksi di Tulang Bawang Barat sebanyak 11 titik, Lampung Utara 8 titik, Lampung Tengah 5 titik, serta Lampung Timur 4 titik.
Sementara itu, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tanggamus masing-masing terdeteksi 2 titik panas. Adapun Lampung Barat dan Lampung Selatan masing-masing memiliki 1 hotspot.
Jika dilihat berdasarkan tingkat kepercayaan deteksi, sebanyak 97 titik masuk kategori kepercayaan sedang. Sedangkan 24 titik lainnya berada pada kategori kepercayaan tinggi.
Kemunculan hotspot tersebut terjadi di tengah kondisi suhu udara Lampung yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir.
Forecaster BMKG Radin Inten Lampung Anriko Ramadhan Saputra menyebut, suhu tertinggi yang tercatat mencapai 36,2 derajat Celsius.
"Untuk tertingginya di Lampung minggu ini 36,2Β°C, sedangkan rata-rata hariannya berkisar di antara 23Β°C-34Β°C," katanya.
Sebaran hotspot paling banyak berada di wilayah Lampung bagian utara dan tengah, terutama Tulang Bawang, Way Kanan, Mesuji, dan Tulang Bawang Barat.
BMKG menjelaskan hotspot merupakan titik yang terdeteksi memiliki suhu permukaan relatif tinggi. Temuan tersebut dapat menjadi salah satu indikator adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan hotspot tidak serta-merta menandakan telah terjadi kebakaran. Titik panas yang terdeteksi tetap perlu diverifikasi dengan kondisi di lapangan untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya.
