10,6 Hektare Lahan Terbakar di Lampung

Lampung

10,6 Hektare Lahan Terbakar di Lampung

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Selasa, 11 Agu 2026 06:31 WIB
Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). BMKG Kalimantan Barat mencatat hasil pantauan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 1 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 762 titik panas kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 12 kabupaten di provinsi setempat yaitu antara lain Ketapang, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/sgd
Foto: Ilustrasi karhutla (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Bandar Lampung -

Sebanyak 13 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Provinsi Lampung sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dari rangkaian kejadian tersebut, total lahan yang terdampak mencapai 10,615 hektare.

Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lampung, Faresha Revanza, mengatakan delapan kejadian karhutla terjadi pada Juli. Sementara lima kejadian lainnya tercatat pada Agustus.

"Kalau mau update, sebenarnya kita bertambah jadi 13. Kemarin lima yang sudahku kasih datanya, sekarang sudah ke-13. Delapan laporan itu di bulan Juli, sisanya di bulan ini semua," katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 12 kejadian yang telah masuk dalam pendataan BPBD Lampung, karhutla tersebar di empat kabupaten. Kabupaten Pesisir Barat menjadi wilayah dengan laporan terbanyak dengan enam titik kebakaran.

"12 titik itu Pesisir Barat ada enam, Mesuji ada dua, Tulang Bawang ada dua, Pringsewu ada satu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Satu kejadian lainnya terjadi di Kabupaten Lampung Barat dan belum masuk dalam dokumen 12 titik tersebut. Kebakaran itu terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kelurahan Padang Cahya, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

Faresha menyebut kebakaran tersebut masih dalam skala kecil dan dapat segera ditangani petugas.

"Untuk kondisinya juga bisa dibilang kebakaran kecil," katanya.

Faresha menjelaskan luas lahan yang terdampak berbeda-beda pada setiap kejadian. Berdasarkan pendataan BPBD, luas lahan yang terbakar mulai dari 0,002 hektare hingga paling besar sekitar 5 hektare.

"Luasan lahan terdampaknya kecil-kecil. Tidak ada yang sampai 10 hektare per satu kali kejadian. Ada 0,002 hektare, 0,05 hektare, 0,1 hektare. Ada yang 5 hektare, ada 3 hektare, 2 hektare, dan lain-lain," jelasnya.

Menurutnya, seluruh kejadian karhutla yang tercatat sejauh ini belum ada yang mencapai skala puluhan hingga ratusan hektare.

BPBD Lampung menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah maupun dedaunan kering. Kondisi lahan dan vegetasi yang semakin kering akibat minimnya hujan turut membuat api lebih mudah menyebar.

Meski terjadi di sejumlah wilayah, seluruh kebakaran sejauh ini dapat segera ditangani petugas. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar.

Tidak ada laporan korban jiwa, korban luka maupun orang hilang akibat rangkaian kejadian karhutla tersebut.

"Api sejauh ini bisa langsung ditangani hingga membuat kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. Karena petugas di lapangan cepat menindak, jadinya cepat juga kita memadamkannya," pungkas Faresha.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads