Luas Karhutla Sumsel Capai 1.926,2 Hektare, OKU Tertinggi

Sumatera Selatan

Luas Karhutla Sumsel Capai 1.926,2 Hektare, OKU Tertinggi

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 13 Agu 2026 13:39 WIB
Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan karhutla di Sumsel
Foto: Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan karhutla di Sumsel (Dok. Manggala Agni)
Palembang -

Luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan periode Januari-Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare. Angka itu mengalami lonjakan 1.261,4 hektare dibandingkan luasan karhutla yang tercatat hingga Juni sebesar 664,8 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan data luasan karhutla itu bersumber dari hasil analisa citra satelit kerjasama antara Kemenhut dan BRIN.

"Luas karhutla Sumsel hingga Juni 2026 mencapai 1.926,2 hektare. Dari total luasan karhutla tersebut, sebanyak 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare di lahan gambut," ujar Ferdian, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luasan karhutla di Ogan Komering Ulu (OKU) tercatat paling tinggi, mencapai 516 hektare lahan yang terbakar. Selanjutnya, luasan karhutla di Banyuasin mencapai 274,4 hektare dengan 17,5 hektare di antaranya di lahan gambut.

Kemudian di Ogan Ilir dengan luasan 272,5 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 230,3 hektare, Muba 228 hektare dengan 29,1 hektare di antaranya di lahan gambut, Muara Enim 141,9 hektare, dan Muratara 111,9 hektare (19,9 hektare di gambut).

ADVERTISEMENT

Lalu, di PALI 57,4 hektare (2 hektare di gambut), OKU Selatan 55,2 hektare, OKU Timur 23,2 hektare, Prabumulih 7,3 hektare, Lahat 6 hektare, Palembang 1,5 hektare, Mura 0,6 hektare.

"Lubuklinggau, Pagar Alam, dan Empat Lawang tercatat nihil luasan karhutla," katanya.

Luasan karhutla di Sumsel itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dibandingkan 2023-2025. Dia merincikan, pada 2023 luasan karhutla mencapai 1.178,5 hektare, 2024 seluas 963,1 hektare, dan 2025 sebesar 1.382,4 hektare.

"Sementara pada 2022 luasan karhutla lebih tinggi, mencapai 2.445,7 hektare," tambahnya.

Ferdian menilai kondisi ini menjadi perhatian mengingat Sumsel merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan rawan karhutla, terutama saat musim kemarau. Penanganan dan pencegahan kebakaran pun perlu terus diperkuat untuk mencegah meluasnya titik api dan dampak asap.

"Tentunya ini menjadi warning penting. Peningkatan signifikan dan ancaman ke depan dapat terjadi seiring dengan puncak musim kemarau (yang terjadi Agustus-September)," ungkapnya.

"Kondisi di lapangan semakin susah air dan OMC juga tidak sesuai target, karena tidak ada awan potensial di musim kemarau," jelasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads