Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan (BPBD Sumsel) menyiapkan sejumlah langkah jika asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menebal dan membahayakan masyarakat. Lantas apa saja langkahnya?
Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan saat ini pihaknya masih memantau perkembangan karhutla dan kondisi kualitas udara di wilayah Sumsel.
Dia berharap, bencana asap akibat karhutla tidak terjadi. Sebab, selain mengganggu kesehatan juga berdampak pada perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan, lebih luas lagi akan mengganggu hubungan bilateral," katanya, Sabtu (8/8/2026).
Disinggung soal apakah akan meliburkan sekolah jika asap membahayakan, Iqbal mengaku akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan dinas-dinas terkait.
Dia menilai, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk tingkat kepekatan asap dan dampaknya terhadap aktivitas serta kesehatan masyarakat.
"Kalau asap mulai tebal dan berbahaya, tentunya kita akan merekomendasikan (libur sekolah) kepada dinas terkait langkah-langkah apa saja yang perlu diambil," katanya.
"Untuk saat ini belum ada usulan dan rekomendasi itu (libur sekolah)," tambahnya.
Berdasarkan data BPBD Sumsel, dia menyebut dalam beberapa hari terakhir asap mulai masuk wilayah Palembang. Kondisi itu terasa pada waktu tertentu, tidak sepanjang hari.
"Di Palembang dalam 4 hari terakhir terasa asap karhutla di Palembang. Tapi, tidak terjadi sepanjang hari," katanya.
"Saat kunjungan Menhut, beliau menyampaikan apa saja yang diperlukan dalam penanggulangan karhutla di Sumsel, salah satunya yang kami minta adanya bantuan masker yang mana bantuan masker ini nanti akan kita berikan kepada masyarakat di daerah yang kualitas udaranya menurun," sambungnya.
