Karhutla Jambi Makin Meluas, Al Haris Ajak Salat Istisqa

Jambi

Karhutla Jambi Makin Meluas, Al Haris Ajak Salat Istisqa

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Kamis, 13 Agu 2026 06:30 WIB
Gubernur Jambi Al Haris saat tinjauan dan ikut padamkan api di lahan gambut Muaro Jambi
Foto: Gubernur Jambi Al Haris saat tinjauan dan ikut padamkan api di lahan gambut Muaro Jambi (Dok. Pemprov Jambi)
Jambi -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian di tengah cuaca panas dan kering. Luas lahan yang terbakar telah mencapai 300,12 hektare, sementara kebakaran di Muaro Jambi diperkirakan masih menambah luasan tersebut.

Gubernur Jambi Al Haris pun mengajak para ulama, kiai hingga imam masjid untuk menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan. Ajakan itu disampaikan sebagai ikhtiar menghadapi kondisi kemarau sekaligus membantu mengatasi ancaman karhutla.

"Mohon kepada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini," kata Al Haris, kepada wartawan, Rabu (12/08/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seruan tersebut disampaikan Al Haris saat meninjau kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada beberapa waktu lalu.

Di lokasi, api telah membakar kawasan gambut selama beberapa hari. Karakter lahan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul setelah kobaran di atas tanah dipadamkan.

ADVERTISEMENT

Menurut Al Haris, hujan sangat dibutuhkan untuk membantu membasahi lahan yang kering sekaligus mendukung upaya pemadaman karhutla.

"Perkiraan kami mungkin melebihi 50 hektare. Teman-teman dari BPBD, TNI-Polri, kemudian relawan Peduli Api sudah berusaha memadamkan api lebih dari tiga hari," ujar Al Haris.

Al Haris mengatakan akses menuju lokasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang terbatas serta angin kencang membuat api lebih sulit dikendalikan.

"Karena ini lahan gambut, sulit sekali untuk dipadamkan. Akses ke sini juga sulit, air sulit, ditambah lagi angin yang kencang luar biasa," ujarnya.

Meski demikian, dia memastikan Satgas Karhutla terus bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan. Tim dari darat dan udara dikerahkan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.

"Teman-teman dari udara dan darat sudah bekerja luar biasa. Tinggal lagi kita minimalkan perluasan pembakarannya," katanya.

Data sementara BPBD Provinsi Jambi mencatat luas karhutla telah mencapai 300,12 hektare. Angka itu belum final karena masih ada sejumlah lokasi yang belum dapat dihitung, termasuk kebakaran di Muaro Jambi.

Kondisi tersebut membuat ancaman karhutla masih tinggi, terlebih Jambi tengah menghadapi periode kemarau. BMKG memprediksi risiko karhutla meningkat dan mencapai puncaknya pada Agustus-September.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads