Kualitas Udara Palembang Tidak Sehat Saat Malam-Pagi

Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang Tidak Sehat Saat Malam-Pagi

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 10 Agu 2026 21:20 WIB
Warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di dekat permukiman padat penduduk di Kemas Ridho, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026). Kencangnya angin dan minimnya sumber air di lokasi kebakaran menyulitkan petugas dan warga memadamkan api. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Warga Berlarian Hindari Asap Kebakaran Lahan di Palembang (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang masuk kategori tidak sehat dalam beberapa hari terakhir. Penurunan itu imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah timur Sumatera Selatan.

"Biasanya memang malam menjelang pagi akan meningkat, karena operasi pemadaman saat malam berkurang. Termasuk water bombing tidak dilakukan. Jadi malam ada potensi peningkatan sebaran asap," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan data pemantauan Stasiun PM2.5 Musi II Palembang pada 10 Agustus 2026, kategori tidak sehat terjadi pada pukul 02.00 WIB. Kualitas udaranya mulai tidak sehat dengan nilai 56,6 mikrogram per meter kubik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisinya terus naik hingga mencapai yang tertinggi sebesar 89,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB.

"Kualitas udara tidak sehat terakhir 89,1 mikrogram per meter kubik terjadi pada pukul 07.00 WIB. Kualitas udara mulai kategori sedang pada pukul 08.00 WIB," katanya.

ADVERTISEMENT

"Kondisi penurunan udara ini baru terjadi dalam 4 hari terakhir," tambahnya.

Dia tak dapat memastikan asal asap karhutla yang masuk kr Palembang. Namun, asal asap diperkirakan dari sebelah timur Palembang.

"Kami tidak bisa menentukan lokasi persis (asal asap karhutla yang masuk ke Palembang). Berdasarkan arah angin, itu dari sebelah timur Palembang. Bisa jadi dari situ (sekitaran OKI) dan mengarah ke Jambi," jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker ketika berada di luar, khususnya pada malam hari.

"Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat bepergian agar tidak terdampak kabut asap," tukasnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads