Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat 1.385 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Juli 2026. Angkanya melonjak tiga kali lipat dibandingkan Juni yang hanya 435 kasus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Edriwan Mansyur mengatakan peningkatan kasus tersebut diduga berkaitan dengan perubahan cuaca dan kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Bengkulu.
"Untuk bulan Juli 2026, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.385 kasus. Ini meningkat cukup signifikan dibandingkan Juni yang berada di angka 435 kasus," kata Edriwan, Rabu (12/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dinkes, kasus ISPA tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kota Bengkulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 479 kasus.
Baca juga: Jutaan Warga Sumbagsel 'Ditelan' Kabut Asap |
Selanjutnya, Bengkulu Utara mencatat 267 kasus, Rejang Lebong 243 kasus, Seluma 176 kasus, Mukomuko 115 kasus, Bengkulu Selatan 59 kasus, Kaur 41 kasus, dan Lebong 4 kasus.
Edriwan menyebut kondisi musim kemarau berpotensi membuat jumlah penderita ISPA kembali meningkat. Kondisi udara yang lebih kering serta debu yang mudah beterbangan menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.
"Perubahan cuaca dan kondisi kemarau ini memang menjadi perhatian. Kasus masih berpotensi meningkat apabila kondisi kekeringan terus terjadi," ujarnya.
Dinkes Bengkulu mengimbau masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan polusi yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
"Warga kami imbau menjaga kesehatan dan kebersihan diri, memperbanyak minum air putih. Kalau harus beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker," jelas Edriwan.
Dinkes juga meminta warga yang mulai mengalami gejala gangguan pernapasan agar tidak mengabaikannya. Pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan dilakukan apabila muncul gejala ISPA.
Dengan meningkatnya kasus di tengah musim kemarau, masyarakat diminta lebih waspada dan menjaga kesehatan, terutama kelompok yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.
