Kapolda Babel Soroti Unjuk Rasa di Kantor Timah yang Berakhir Ricuh

Bangka Belitung

Kapolda Babel Soroti Unjuk Rasa di Kantor Timah yang Berakhir Ricuh

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Sabtu, 08 Agu 2026 23:00 WIB
Kapolda Babel Irjen Viktor T. Sihombing.
Kapolda Babel Irjen Viktor T. Sihombing. (Foto: Istimewa/Polda Babel)
Pangkalpinang -

Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Viktor T Sihombing menyoroti insiden aksi unjuk rasa di kantor Unit PT Timah Tbk di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), yang berakhir ricuh. Dia menyebut tak ada larangan demonstrasi asal aman dan kondusif.

"Menyampaikan pendapat di muka umum hal yang wajar dan baik karena dilindungi undang-undang (UU) dan hak demokrasi masyarakat. Namun, kita mengimbau supaya dalam penyampaian sebaiknya sampaikan dengan cara-cara yang baik juga. Supaya apa yang menjadi aspirasi mereka bisa ditanggapi dengan benar," kata Viktor kepada wartawan di Beltim, Sabtu (8/8/2026).

Namun, jika menyampaikan aspirasi tidak sesuai dengan perundang-undangan akan ada konsekuensi hukum. Apalagi ada perusakan hingga pembakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengimbau dari sisi keamanan sebaiknya proses-proses yang menimbulkan kekerasan, tindak pidana apalagi kemarin ada pembakaran itu dihindari. Karena ada aturan hukum yang berlaku disana," tegasnya.

"Sebagai aparat penegak hukum kami akan menindaklanjutinya dan mengumpulkan bukti-bukti, siapa saja yang dianggap terlibat akan mendapatkan konsekuensi hukumnya," tegasnya kembali.

ADVERTISEMENT

Ia berharap peristiwa serupa tidak akan pernah kembali terjadi di wilayah Bangka Belitung. Menurut Viktor, masyarakat Babel terkenal dengan masyarakat damai.

"Jadi diharapkan, mungkin ke depannya peristiwa ini sebaiknya tidak terjadi lagi. Masyarakat Bangka Belitung terkenal dengan masyarakat yang damai, tolong dijaga. Paling tidak kita bisa mengantisipasi masyarakat-masyarakat yang dari luar, yang mungkin mencoba," tambahnya.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung Jumat (7/8). Mereka menuntut agar pihak perusahaan kembali membeli pasir timah hasil tambang masyarakat yang beberapa minggu terakhir pembeliannya tersendat. Namun unjuk rasa itu berakhir ricuh hingga adanya perusakan dan pembakaran kantor unit timah.

Sebelumnya, Direktur Operasi (Dirops) PT Timah Tbk Handy Geniardi mengatakan pihaknya akan membuat laporan polisi (LP) soal pengerukan hingga pembakaran yang terjadi di kantor unitnya di Beltim.

"Kami sudah serahkan, nanti membuat laporan kepolisian (LP) disampaikan bahwa kami mendapatkan kondisi ini (perusakan dan pembakaran), itu nanti akan kami laporkan ke aparat penegak hukum," katanya singkat kepada wartawan saat ditanya terkait kerusakan fasilitas perusahaan.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads