Masyarakat penambang pasir timah menyampaikan unjuk rasa di kantor operasional PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Mereka menuntut agar pihak perusahaan kembali membeli pasir timah hasil tambang masyarakat yang beberapa minggu terakhir pembeliannya tersendat.
Unjuk rasa itu berlangsung, di Desa Lenggang, pada Jumat (7/8/2026). Namun sebelum sempat ditemui oleh pihak perusahaan, emosi massa tak terbendung dan berbuat anarkis.
Mereka tampak membakar sejumlah barang hingga apinya merembet ke gedung unit PT Timah dan terbakar. Masa juga membakar ban dan pos penjagaan serta melempari gudang penyimpanan hingga kaca-kacanya pecah. Tak sampai di situ, sejumlah fasilitas seperti pagar juga rusak massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kobaran api tidak sempat melalap abis gedung dan bisa segera dipadamkan oleh tim Damkar Belitung. Namun satu mobil Damar juga menjadi korban amukan massa.
Aksi unjuk rasa juga dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Belitung Timur, Brimob dan TNI. Aksi anarkis berhenti usai perwakilan perusahaan menemui massa aksi.
Tatap adalah satu dari ratusan penambang yang ikut unjuk rasa mengklaim jika unjuk rasa digelar dilandasi rasa kekesalan karena pasir timahnya dan penambang lainnya tak dibeli lagi oleh pihak perusahaan.
"Iya kesal, karena bawa timah sana sini tidak ada yang beli. Terus kenapa yang mitra mereka tidak dibuka (biar kami bisa jual timah). Intinya kami bisa menjual timah," katanya kepada warganya disela-sela aksi unjuk rasa.
Ia juga mengklaim pada Senin lalu telah terjadi kesepakatan antara pihak PT Timah dan perwakilan penambang. Pada saat itu, timah hasil tambang masyarakat akan dibeli Rp 170 ribu. Namun, lanjut dia, ketika dirinya dengan mendatangi pos pembelian mereka tidak dibelinya.
"Jadi massa ini habis kesabaran jadi datang juga (gelar untuk rasa), kurang lebih begitu," ujarnya.
Hingga berita diturunkan pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kantor operasional PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) didemo dan bakar massa.
