Sumatera Selatan

Operasional Armada Sampah di Musi Rawas Terancam Mandek, Ini Alasannya

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Senin, 03 Agu 2026 10:01 WIB
Foto: Armada pengangkut sampah di Musi Rawas (Dok. Polres Musi Rawas)
Musi Rawas -

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite berdampak pada operasional armada pengangkut sampah di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Dengan anggaran yang ada saat ini, diperkirakan operasional armada pengangkut sampah di Musi Rawas hanya mampu bertahan hingga Oktober 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3) DLH Musi Rawas, Yudi Ernawanto mengatakan kenaikan harga BBM jenis Dexlite membuat biaya operasional armada pengangkut sampah jadi membengkak.

"Kenaikan BBM khususnya jenis Dexlite saat ini sangat berdampak terhadap operasional armada pengangkut sampah. Biaya operasional menjadi lebih besar," katanya Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, anggaran operasional sebelumnya disusun berdasarkan harga BBM sebelum kenaikan yakni sekitar Rp 15 ribu per liter. Kondisi tersebut membuat anggaran yang telah dialokasikan tidak cukup.

"Anggaran awal operasional kami susun berdasarkan harga BBM sebelum kenaikan. Namun sekarang harga Dexlite sudah naik sehingga anggaran menjadi tidak sesuai lagi," ujarnya.

Yudi menjelaskan seluruh armada pengangkut sampah menggunakan Dexlite karena kendaraan dinas diwajibkan memakai BBM non-subsidi.

"Dengan kondisi anggaran saat ini, operasional armada diperkirakan hanya mampu berjalan hingga sekitar Oktober mendatang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Yudi mengatakan pihaknya telah mengajukan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal.

"Tidak mungkin sampah yang biasanya diangkut kemudian tidak diangkut. Karena itu kami sudah mengajukan tambahan anggaran dan melaporkan kondisi ini kepada pimpinan," ungkapnya.

Ia berharap usulan tambahan anggaran tersebut dapat disetujui sehingga pelayanan kebersihan tidak terganggu.

"Kami berharap pada anggaran perubahan nanti mendapatkan tambahan anggaran. Saat ini masih menunggu pembahasan APBD Perubahan," katanya.

Saat ini, DLH Musi Rawas memiliki tujuh armada aktif untuk mengangkut sampah. Selain itu, terdapat alat berat berupa ekskavator dan buldozer yang digunakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam sehari, volume sampah yang diangkut di Musi Rawas rata-rata mencapai 15 ton.

"Untuk saat ini semua armada masih beroperasi seperti biasa, termasuk alat berat yang ada di TPA," tuturnya.



Simak Video "Video: Keluarga Tes DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS VS Truk"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB