Jambi

Owa Ungko di Jambi Alami Luka Tembak, BKSDA Lakukan Operasi

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Jumat, 31 Jul 2026 08:00 WIB
Foto: Satwa Owa Ungko di Jambi saat dioperasi setelah mengalami luka tembak diduga korban perburuan liar (Dok. BKSDA Jambi)
Jambi -

Seekor satwa Owa Ungko (Hylobates agilis) ditemukan warga di Sarolangun, Jambi, mengalami luka tembak diduga menjadi sasaran perburuan liar. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, turun melakukan penyelamatan dan tindakan medis operasi.

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengatakan satwa Owa Ongko berjenis kelamin jantan itu ditemukan oleh warga Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Sarolangun, dengan kondisi lemas dan terluka, pada Jumat (24/7/2026). Selanjutnya, warga melaporkan temuan tersebut ke BKSDA Jambi.

"Keberadaan Owa Ungko dalam kondisi lemas dan sakit, diketahui dari laporan masyarakat menelepon lewat Call Center. Lalu kami selamatkan dan kami bawa ke TPS (Tempat Penyelamatan Satwa)," katanya, Kamis (30/7/2026).

Setelah dibawa ke TPS BKSDA Jambi, petugas melakukan pengecekan kesehatan dan rontgen. Hasilnya, petugas menemukan adanya 4 peluru bersarang di tubuh satwa yang dilindungi tersebut.

"Hasil rontgen terdapat 4 peluru. Kita melakukan operasi oleh tim medis, dan berhasil dikeluarkan," ujar Himawan.

Penyelidikan masih dilakukan terkait penembakan satwa dilindungi tersebut. Namun, dugaan sementara Owa Ungko itu menjadi korban perburuan liar.

"Kalau dilihat ada 4 peluru ini sengaja diburu," kata Himawan.

Setelah menjalani tindakan medis, kondisi Owa Ungko terus menunjukkan perkembangan yang positif. Owa Ungko itu kini diberi nama Asa.

Satwa kini telah aktif, memiliki nafsu makan yang baik, dan masih menjalani perawatan serta pemantauan intensif oleh tim medis BKSDA Jambi hingga dinyatakan siap untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

"Kini sudah dalam kondisi jauh membaik. Sudah menunjukkan sifat liarnya kembali. Setelah selesai (pemantauan) akan kita lepasliarkan kembali," ungkap Himawan.

BKSDA Jambi mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa tersebut sehingga dapat segera memperoleh penanganan. BKSDA Jambi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan atau penindakan terhadap satwa dilindungi.

Menurut BKSDA, Owa Ungko merupakan salah satu primata endemik Sumatra yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama sebagai penyebar biji berbagai jenis tumbuhan.



Simak Video "Video Kronologi 3 Pekerja Tewas di Tongkang, Diduga Keracunan Gas"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork