Anak Gajah yang Terjerat di Tebo Berangsur Pulih, Sudah Menjelajah

Jambi

Anak Gajah yang Terjerat di Tebo Berangsur Pulih, Sudah Menjelajah

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Rabu, 08 Jul 2026 22:41 WIB
Anak gajah yang alami luka jerat di Tebo, Jambi, berangsur pulih dan bergabung ke kelompoknya
Anak gajah yang alami luka jerat di Tebo, Jambi, berangsur pulih dan bergabung ke kelompoknya (Foto: Istimewa/BKSDA Jambi)
Tebo -

Sakda, anak gajah jantan berusia 15 bulan yang terjerat sling baja di bentang alam Bukit Tigapuluh, Tebo, Jambi, sudah berangsur pulih. Anak gajah Sumatera (Elephasmaximussumatranus) tersebut sudah bergabung dengan kelompok dan menjelajah jauh.

Anak gajah tersebut sebelumnya sempat terjerat sling baja di kaki kiri depan selama dua pekan. Mendapat laporan itu, Tim gabungan BKSDA Jambi melakukan upaya penyelamatan dan pengobatan terhadap satwa tersebut.

Kepala BKSDA Jambi Himawan mengatakan bahwa sejak mendapatkan pengobatan saat tim turun melepas jerat, pihaknya masih terus memantau anak gajah dari kelompok gajah Wardani tersebut. Anak gajah itu sudah bergabung ke kelompoknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih dipantau, sudah bersama kelompok besar (gabungan)," kata Himawan, Rabu (8/7/2026).

Himawan mengatakan bahwa anak gajah tersebut sudah berangsur pulih, karena sudah bisa berjalan sendiri bersama kelompoknya, dari yang sebelumnya sempat berjalan pincang saat terkena jerat.

ADVERTISEMENT

"Berangsur pulih, sudah mulai bisa menapak dan jalan sendiri," ujarnya.

BKSDA Jambi sendiri juga memantau pergerakan gajah tersebut dengan GPS Collar yang dipasang di ketua kelompok gajah tersebut. Sejauh ini, ada 6 kelompok gajah yang telah dipasang GPS Collar yang tersebar di bentang alam Bukit Tigapuluh.

"Kelompok sudah berjalan cukup jauh dari seperti semula," ungkapnya.

BKSDA Jambi mencatat ada sekitar 120 gajah liar dari 6 kelompok yang berasa bentang alam Bukit Tigapuluh. Sedangkan, 15 di antaranya masih anakan berusia 5 bulan hingga 2 tahun.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menyelamatkan seekor anak gajah Sumatera yang terjerat seling baja di hutan kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi. Anak gajah tersebut diketahui telah 2 pekan berjalan pincang akibat terkena jeratan tersebut.

Kepala BKSDA Jambi Himawan mengatakan proses penyelamatan itu dilakukan setelah petugas memantau adanya perlambatan pergerakan kelompok gajah dari GPS Collar, pada Minggu (14/6/2026). Setelah disurvei lapangan, diketahui anak gajah jantan berusia 15 bulan yang mengalami luka jerat, yang berasal dari kelompok gajah bernama Wardani.

"Kita monitor lewat GPS Collar dan satelit serta survei lapangan, diketahui ada anak gajah berjalan pincang," kata Himawan, Senin (29/6/2026).

Setelah mengetahui ada anak gajah terluka, petugas BKSDA membentuk tim untuk melakukan penyelamatan dengan memberikan pengobatan terhadap anak dari kelompok mamalia besar itu. Selanjutnya, petugas menjelajahi lokasi anakan gajah yang terluka itu.

Himawan menyebut bahwa anak gajah bernama Sakda itu mengalami luka jerat di kaki depan sebelah kirinya. Seling baja tersebut bahkan masih menempel di kaki tersebut saat berupaya diobati oleh petugas.

Tim medis dan personel BKSDA melakukan penanganan untuk memastikan kondisi kesehatan satwa tersebut dengan melepas jeratan.

"Lukanya perkiraan sudah 2 minggu. Beruntung tulangnya belum luka remuk, baru luka terbuka. Kita upayakan pengobatan dan memberi bius," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads